Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Digital Activity

Perjalanan Kampanye Yulius Selvanus Komaling, Dengar Pemekaran BMR hingga Wisata Danau Tondano

Beragam persoalan disampaikan warga kepada calon Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling saat dirinya melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Dokumentasi Tribun Manado
Calon Gubernur Sulawesi Utara nomor urut 01 Yulius Selvanus Komaling (YSK) 

BERKELILING ke semua wilayah Sulawesi Utara membuat calon Gubernur Sulawesi Utara nomor urut 01 Yulius Selvanus Komaling (YSK) lebih mengerti persoalan-persoalan yang dihadapi warga.

Beragam keluhan dan aspirasi disampaikan, termasuk aspirasi-aspirasi lama yang belum terpenuhi.

Hal itu ia ceritakan dalam podcast bersama bersama Pemimpin Redaksi Tribun Manado Jumadi Mappanganro, Kamis (7/11/2024).

Kata dia, beragam aspirasi warga itu bakal ia wujudkan bila ia diberi kepercayaan memimpin Sulut.

Berikut lanjutan wawancara dengan YSK yang selengkapnya dapat disimak di Facebook Tribun Manado dan YouTube Tribun Manado Official.

Saat berkunjung ke Bolmong raya, apa keluhan yang Anda dengar dari warga di sana?

Ini sebenarnya pekerjaan rumah (PR) yang lama. Warga di sana ingin memisahkan diri membentuk provinsi. Banyak janji yang disampaikan pemimpin sebelumnya, tapi tidak pernah terwujud.

Selama Bolmong memenuhi syarat untuk menjadi provinsi, kenapa tidak? Tapi untuk sekarang, saya lihat mereka belum siap soal hal itu, walaupun tanda-tandanya sudah ada.

Kalau kita lihat ada bandara di sana, TNI/Polri pertahanan dan keamanan sudah diperkuat, nah itu tanda-tanda suatu provinsi.

Selain itu, kalau dilihat PAD-nya dan jumlah penduduknya memang lebih banyak urbanisasi. Banyak yang pergi kemana-mana untuk sekolah dan bekeria. 

Ini menjadi pedoman kami dalam visi dan misi, di mana masyarakat Bolmong tidak perlu lagi keluar dari kampung halaman.

Saya dan Pak Victor akan membuat universitas negeri di sana dan mengembangkan industri di sana. Selain itu sektor perkebunan, pertanian yang selalu mengeluh tentang pupuk, bibit dan lain sebagainya.

Kalau ini tidak dilakukan mereka akan urbanisasi keluar daerah, dan efeknya penduduk berkurang dan tersisa orangtua dan anak-anak.

Pastinya Bolmong raya akan sulit berkembang. Kita tidak bisa biarkan hal itu.

Kita sebagai pemerintah harus bisa menyiapkan kebutuhan primer masyarkat dengan baik, dan saya yakin Bolmong raya akan lebih kaya dari daerah lain. 

Di Minahasa, apa aspirasi masyarakat yang Anda dengar? 

Minahasa raya mayoritas Kristen dan sebagian sudah pergi ke Israel.

Ada harapan mereka Danau Tondano bisa seperti Danau Tiberias. 

Danau Tiberias ini, kalau kita memutar, indahnya setengah mati, tidak ada tempat kumuh dan terbengkalai, semua tertata rapi.

Kita punya beberapa danau di sini, ya terkhusus Danau Tondano

Tempat itu akan menjadi prioritas kami ke depan. Kita akan membuat terminal di beberapa titik danau, dermaga dan kalau perlu kita datangkan kapal pesiar untuk pariwisata.

Lalu persoalan eceng gondok. Ini semestinya rezeki bagi kita.

Ke depan akan kita kembangkan menjadi pakan ternak dan pakan ikan, serta energi terbarukan, karena dari situ akan menambah pendapatan per kapita, tenaga kerja dan UMKM di sana akan berjalan dengan baik. 

Setelah 2 bulan lebih Anda keliling mengunjungi Bolmong raya, Minahasa raya dan Nusa Utara, tantangannya seperti apa serta kendala apa yang dihadapi? 

Kalau Bolmong raya dan Minahasa raya sebenarnya tidak ada persoalan. Saya lihat tinggal niat pemerintah apakah ingin membangun atau tidak.

Sementara di kepulauan, saya melihat penduduk terpisah jauh dari pulau ke pulau. Apalagi kita punya berbatasan dengan negara lain.

Di saat mereka butuh perhatian pemerintah, negara lain di sekeliling mereka sudah mengintip-intip mereka.

Artinya gini, kalau di daerah kepualauan tidak ada lapangan pekerjaan, pasti mereka akan lari ke sebelah. 

Bahkan saat ini ada 20.000 warga negara di sana yang masih belum jelas kependudukannya, karena mereka sudah kawin-mawin dengan warga negara sebelah.

Ini jelas menjadi perhatian fokus kami ke depannya.

Bagaimana penerimaan masyarakat Sulawesi Utara saat ini kepada Anda? 

Saya senang masyarakat Sulut ternyata cinta damai. Kelihatan kita di media sosial bermusuhan dan saling menyerang, tapi sebenarnya tidak.

Baru-baru ini saya pergi ke Bolsel. Di sana ada dua kelompok minta saya hadir dan mereka mengampanyekan saya.

Kebetulan kedua calon bupati dua-duanya koalisi saya, maka saya pun wajib hadir. 

Dalam perjalanan menuju titik 1, massa pendukung masing-masing paslon bupati ketemu di jalan. 

Posisi kendaraan saya dan rombongan kebetulan sudah ada di tengah mereka.

Alhasil semua kendaraan baik dari saya, massa paslon bupati nomor 1 dan nomor 2 terhenti. Tapi saya lihat di situ semua dengan sukacita mengampanyekan saya dengan teriakan YSK nomor 1.

Awalnya saya takut ada benturan waktu itu. Ternyata tidak, damai semuanya. Ini fakta dan saya berharap daerah lain bisa seperti itu.

Saya juga melihat saling menghormatinya ada. Mereka tidak membawa nama calon bupati, tapi membawa calon gubernur YSK.

Di situ saya melihat kedewasaan dan saya terharu. Ini hebatnya Sulawesi Utara.

(Tribunmanado.co.id/ren/max)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved