Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Keluaran 18:5-7, Memelihara Cinta Kasih Dalam Keluarga

Mereka terpisah tapi dipertemukan Allah kembali. Karena Allah selalu memiliki rancangan yang indah, heran dan luar biasa.

Editor: Alpen Martinus
roadrevelations.org
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul Memelihara Cinta Kasih Dalam Keluarga

Pembacaan Alkitab diambil dalam Keluaran 18:5-7

Waktu Tuhan pasti yang terbaik. Tuhan mengatur semuanya indah dan tepat pada waktunya bagi Musa bersama keluarganya, isteri, anak-anak dan mertuanya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Keluaran 18:8, Menceritakan Kebaikan dan Kasih Tuhan

Setelah sekian waktu lamanya mereka tidak bertemu, akhirnya mereka dipertemukan oleh Tuhan.

Sungguh suatu pertemuan yang sangat mengharukan, baik bagi Musa, maupun mertua, isterinya Zipora dan anak-anaknya Gersom dan Eliezer.

Selama kurang lebih dua tahun lamanya berpisah, akhirnya mereka bertemu kembali sebagai satu keluarga.

Demi bangsa dan negaranya Israel tercinta, Musa meninggalkan keluarganya.

Dia mempertaruhkan nyawanya dan rela meninggalkan keluarganya sebagai wujud ketaatannya kepada Allah dan demi kebebasan serta keselamatan umat sebangsanya yang menjadi budak di tanah Mesir.

Setelah 430 tahun di Mesir di mana Firaun terakhir sudah tidak mengenal kepahlawanan dan andil Yusuf menyelamatkan bangsa itu dari krisis kekeringan dan kelaparan.

Karena mereka sudah bertambah banyak bahkan lebih banyak dari orang Mesir, mereka ketakutan dan menindas orang Israel seenaknya. 

Itulah sebabnya Allah mengutus dan memakai Musa untuk menyelamatkan Israel dari siksa derita sebagai budak di negeri orang. Musa ditemani kakaknya Harun untuk melaksanakan tugas mulia nan berisiko berat itu.

Mereka harus meninggalkan keluarga dan siap menantang maut, melawan Firaun yang bengis.

Tetapi karena Allah maha baik, maka semuanya terjadi dalam kendali-Nya yang ajaib.

Allah mempertemukan mereka dalam sukacita dan bahagia di tengah bangsa itu yang juga sedang dalam euforia kegembiraan karena baru saja terbebas dari cengkeraman Firaun.

Yitro sangat mengerti penderitaan tetapi juga kerinduan menantunya, Musa.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved