Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Militer AS dan Sistem Anti-Rudal THAAD Tiba di Israel

Militer AS dan komponen awal yang diperlukan untuk mengoperasikan baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) tiba di Israel.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Militer AS mengerahkan sistem pertahanan rudal Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) di Israel. Militer AS dan komponen awal yang diperlukan untuk mengoperasikan baterai THAAD tiba di Israel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Tim pendahulu personel militer AS dan komponen awal yang diperlukan untuk mengoperasikan baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) tiba di Israel Senin 14 Oktober 2024, kata juru bicara Pentagon Pat Ryder dalam sebuah pernyataan.

Personel militer AS tambahan dan komponen baterai THAAD akan terus berdatangan di Israel selama beberapa hari mendatang, kata Ryder.

Jacob Magid dari TOI melaporkan, baterai pertahanan udara akan mampu beroperasi penuh dalam waktu dekat, tetapi jadwal pastinya tidak akan dibahas karena masalah keamanan, Ryder menambahkan.

“Penempatan baterai THAAD di Israel menggarisbawahi komitmen Amerika Serikat untuk membela Israel dan membela warga Amerika di Israel dari serangan rudal balistik apa pun oleh Iran,” katanya.

Penjinak Ranjau

Sebagai tanda Israel mungkin memperluas operasi daratnya melawan Hizbullah sambil memperkuat pertahanan, pasukannya telah membersihkan ranjau darat dan membangun penghalang baru di perbatasan antara Dataran Tinggi Golan dan jalur demiliterisasi yang berbatasan dengan Suriah, kata sumber dan analis keamanan.

Langkah tersebut menunjukkan Israel mungkin berupaya menyerang Hizbullah untuk pertama kalinya dari arah timur yang lebih jauh di sepanjang perbatasan Lebanon, sekaligus menciptakan wilayah aman tempat Israel dapat dengan bebas mengintai kelompok teror tersebut dan mencegah infiltrasi, kata sumber tersebut.

Meskipun aktivitas pembersihan ranjau telah dilaporkan, sejumlah sumber yang berbicara kepada Reuters — termasuk seorang tentara Suriah yang ditempatkan di Suriah selatan, seorang pejabat keamanan Lebanon, dan seorang pejabat penjaga perdamaian PBB — mengungkapkan rincian tambahan yang tidak dilaporkan yang menunjukkan bahwa Israel sedang memindahkan pagar yang memisahkan DMZ ke arah sisi Suriah dan menggali lebih banyak benteng di area tersebut.

Tindakan militer yang melibatkan serangan dari Golan Israel dan mungkin dari zona demiliterisasi yang memisahkannya dari wilayah Suriah dapat memperluas konflik yang mengadu domba Israel dengan Hizbullah dan sekutu kelompok terornya Hamas yang telah menarik perhatian Iran dan berisiko menarik perhatian AS. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved