Trump dan Harris Berebut Pemilih Latin - Katolik: Siapa Unggul?
Mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris berebut hati pemilih Latin - Katolik.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump mengungguli Wakil Presiden Kamala Harris di kalangan pemilih Katolik di negara-negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya, berdasarkan hasil jajak pendapat yang dirilis hari Senin 14 Oktober 2024.
Sekitar 50 persen umat Katolik yang tinggal di negara bagian medan pertempuran mengatakan mereka mendukung Trump, dibandingkan dengan 45 persen yang mendukung Harris, menurut jajak pendapat National Catholic Reporter (NCR).
Alex Gangitano dari The Hill melaporkan, Trump unggul jauh di Wisconsin , di mana ia mengungguli Harris di kalangan umat Katolik dengan selisih 18 poin, dan di Michigan , di mana ia mengungguli wakil presiden dengan selisih 12 poin.
Harris unggul jauh atas Trump di antara pemilih Latino dan Katolik Kulit Hitam di negara-negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya, dengan 67 persen Katolik Latino dan 77 persen Katolik Kulit Hitam mendukungnya.
Sementara itu, calon dari Partai Republik itu mengungguli pesaingnya dari Partai Demokrat dengan selisih 16 poin di antara pemilih Katolik kulit putih di negara-negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya, menurut survei tersebut.
Aborsi merupakan isu yang dapat memengaruhi umat Katolik pada siklus ini karena gereja menganggap prosedur tersebut sebagai pembunuhan.
Pemilih Katolik terbagi pada tahun 2020 dengan setengah mendukung Trump dan setengah mendukung Presiden Biden, yang merupakan presiden Katolik kedua dalam sejarah AS.
Jajak pendapat tersebut menemukan 51 persen umat Katolik di negara bagian yang masih belum jelas menganggap diri mereka antiaborsi, dan 45 persen setuju dengan sikap mantan presiden yang melunak terhadap aborsi.
Trump mengatakan ia akan memveto larangan aborsi nasional. Jajak pendapat tersebut juga menemukan 58 persen umat Katolik di negara bagian yang masih belum jelas menganggap aborsi seharusnya legal.
Selain itu, survei menunjukkan Trump unggul di antara pemilih Katolik yang berusia lebih tua di negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya, berusia 45 tahun ke atas, dengan selisih 8 poin.
Namun, Harris unggul di antara pemilih Katolik yang berusia 24 tahun ke bawah, dengan selisih 7 poin dari penantangnya dari Partai Republik.
Keduanya imbang di antara para pemilih Katolik di negara bagian yang berusia 44 hingga 24 tahun, menurut jajak pendapat tersebut.
Jajak pendapat NCR dilakukan pada 3-8 Oktober dan melibatkan 1.172 pemilih Katolik di Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin. Margin kesalahannya adalah 2,86 poin persentase. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/141024-Harris-Trump.jpg)