Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Markus 5:21-24, Kasih Yesus yang Sempurna
Yesus menjadi Idola yang sangat dikagumi dan dihormati oleh banyak orang karena perbuatan tangan-Nya yang agung dan mengagumkan.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul iman ayah dan kasih Yesus yang sempurna.
Pembacaan Alkitab diambil dalam Markus 5:21-24.
Yesus menjadi Idola yang sangat dikagumi dan dihormati oleh banyak orang karena perbuatan tangan-Nya yang agung dan mengagumkan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 55:23, Bukan Menyerah Tapi Berserah
Berbagai mujizat Dia lakukan sehingga banyak orang mencari dan mengikuti Dia, tak peduli harus melewati perjalanan jauh, melintasi, pantai, gunung, lembah, bukit hutan.
Di mana Yesus berada, pasti orang berbondong-bondong mendatangi-Nya untuk mendengar pengajaran dan menyaksikan berbagai mujizat yang Dia lakukan.
Ribuan orang pasti menyemut jika tahu Yesus sedang berada di suatu tempat, termasuk di perahu dan pantai.
Seperti terjadi ketika Yesus baru saja menyeberang danau dan turun dari perahu di tepi danau.
Orang-orang yang mengikuti-Nya dari pantai seberang ikut menyusuri pantai sekalipun harus melewati jalan yang panjang dan terjal dengan berbagai bebatuan, naik turun gunung.
Mereka langsung menyambut-Nya di tepi danau. Apa saja mereka tinggalkan, asal bertemu Yesus.
Sebab bagi mereka, bertemu Yesus, berarti selesailah masalah mereka.
Apapun itu. Termasuk sakit penyakit seberat apapun juga, pasti sembuh jika dibawa kepada Yesus.
Yang menarik, di antara ribuan orang yang datang menyambut Yesus, terdapat Yairus, seorang kepala rumah ibadat atau Sinagoge.
Sinagoge adalah tempat beribadat bagi orang Yahudi.
Selain untuk ibadat, Sinagoge juga berfungsi sebagai pusat pendidikan/pengajaran bagi orang Yahudi.
Jadi Yairus bukanlah orang biasa. Dia tergolong orang terpandang dengan jabatannya itu.
Dia sudah mendengar cerita atau kisah tentang Yesus dengan segala pengajaran, keteladanan, kepribadian tetapi juga kuasa dan mujizat yang Dia lakukan dan nyatakan.
Dia percaya dan yakin bahwa Yesus sanggup melakukan segalanya. Dia mengimani itu.
Ketika itu, anaknya perempuan yang sudah berumur 12 tahun sakit keras dan hampir mati.
Yairus yakin bahwa satu-satunya yang dapat menyembuhkan anaknya hanya Yesus saja.
Itu dia yakini dan imani sungguh. Itulah sebabnya dia datang kepada Yesus di tepi danau itu untuk membawa Yesus ke rumahnya.
Ketika melihat Yesus, dia tersungkur di hadapan kaki-Nya dan menyembah Yesus.
Dia memohon kepada Yesus dengan sangat agar Yesus datang ke rumahnya untuk keselamatan dan kesembuhan anaknya.
Dia sangat yakin bahwa hanya dengan meletakkan tangan-Nya saja kepada anak itu, dia akan selamat dan sembuh.
Itulah Kredo (pengakuan iman) atau keyakinan imannya.
Ketika Yesus melihat iman ayah anak itu, tergeraklah hati Yesus untuk menolong anak perempuan itu.
Yesus sungguh maha kasih. Tanpa banyak bicara, Dia langsung bergerak cepat.
Dia langsung berjalan bersama dengan Yairus ke rumahnya, di mana anaknya itu terbaring dan sakit berat. Bersamaan dengan itu, orang-orang yang terus setia mengikuti Dia, tidak diam saja.
Mereka langsung mengikuti Yesus menuju rumah Yairus, untuk menyaksikan mujizat yang akan dilakukan Yesus lagi. Semua mereka ikut berbondong-bondong mengikuti Yesus dari belakang.
Bahkan saking banyaknya orang, mereka berdesak-desakan di jalan menuju rumah kepala rumah ibadah Yahudi itu.
Yesus sangat peduli dengan umat-Nya. Karena Dia adalah Kasih itu sendiri. Dia tidak bertanya sesuatu apapun kepada Yairus.
Tapi langsung menjawab dengan tindakan nyata, pergi menolong orang yang sedang kesusahan, dalam hal ini sakit, tanpa menunda-nunda waktu, apalagi memberi alasan sibuk dalam pekerjaan maupun pelayanan.
Karena, mengobati orang sakit itu sangat penting, karena itu adalah hidupnya.
Yesus melihat hati Yairus, maka Dia langsung merespons dengan tindakan nyata, pergi untuk anak itu.
Yairus beriman, Yesus mengasihi dan sedia mendatangi atau mengunjungi rumah Yairus.
Yesus memberi contoh yang baik tentang misi-Nya di dunia. Yakni bahwa Dia datang ke dunia untuk melayani, bukan? dilayani.
Inilah prinsip, utama pelayanan yang diajarkan oleh Yesus. Hal keteladanan, tidak diucapkan-Nya, tapi dilakukan-Nya. Bahwa orang sakit harus dikunjungi dan dilayani dengan baik.
Melayani dengan hati, itulah yang Yesus teladankan kepada kita. Yakni tidak menolak pelayanan dengan dalil atau alasan apapun juga.
Demikian firman Tuhan hari ini. datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. (ay 22-24)
Seperti Yesus yang melayani dengan hati yang tulus, demikian juga kita, hendaklah melayani dengan hati yang tulus dan rela berkorban.
Juga bahwa kita jangan menunda-nunda pelayanan, apalagi orang sakit.
Pelajaran selanjutnya adalah bagaimana iman seorang ayah dan usaha yang dia lakukan untuk mencari Tuhan.
Karena Dia yakin Tuhan sanggup melakukan apapun, termasuk menyembuhkan orang sakit.
Milikilah iman seperti Yairus dan jadilah teladan dalam melayani seperti Kristus. Takutlah akan Tuhan dan jadilah teladan dalam melayani. Tuhan Yesus mengasihi dan pasti memberkati kita bersama keluarga. Amin
| Renungan Pemuda Kristen, 1 Yohanes 2:22-23, Antikristus |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Jumat 8 Mei 2026, 1 Yohanes 2:26, Dituliskan untuk Kamu Agar Tak Disesatkan |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Jumat 8 Mei 2026, 1 Yohanes 2:24-25, Tinggallah Dalamnya |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 32:8, Tuntunan Tuhan yang Setia |
|
|---|
| Renungan Malam Mazmur 34:11, Belajar Takut Akan Tuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Yoel-223-24.jpg)