Roket Hamas - Hizbullah Hantam Israel saat Peringatan 7 Oktober
Tembakan roket dari Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon memicu sirene di Israel bagian tengah dan wilayah Tel Aviv saat peringatan 7 Oktober.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Tembakan roket dari Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon memicu sirene di Israel bagian tengah dan wilayah Tel Aviv saat peringatan setahun peristiwa 7 Oktober 2024.
Peringatan dini diaktifkan di beberapa wilayah Tel Aviv, juga di Holon, Rishon Lezion, Bat Yam, dan kota-kota pusat lainnya.
IDF mengonfirmasi bahwa beberapa roket diluncurkan dari Gaza, tetapi mengatakan rincian lebih lanjut sedang diselidiki.
Belum ada laporan langsung mengenai korban luka dalam serangan itu.
Emanuel Fabian dari TOI melaporkan, IDF memperingatkan kemarin bahwa Hamas kemungkinan akan melakukan serangan roket, termasuk ke Israel tengah, pada peringatan pertama pembantaian 7 Oktober.
Kelompok teror Hizbullah Lebanon berjanji untuk terus memerangi "agresi" Israel, pada peringatan serangan sekutu kelompok terornya, Hamas, pada tanggal 7 Oktober yang memicu perang di Jalur Gaza.
Serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu membawa Israel kembali ke "titik nol," kata seorang anggota senior kelompok teror Palestina.
"'Banjir Al-Aqsa' mengembalikan pendudukan ke titik nol dan mengancam keberadaannya," kata Khaled Mashaal, mantan kepala Hamas, di stasiun TV Al Arabiya, menggunakan nama kelompok itu untuk serangan yang menewaskan 1.200 orang dan mengakibatkan 251 orang disandera, yang memicu perang Gaza.
"Hizbullah dan Lebanon telah membayar harga yang mahal atas keputusan kelompok yang didukung Iran tersebut untuk membuka "front dukungan" bagi Gaza pada tanggal 8 Oktober, namun "kami yakin, pada kemampuan perlawanan kami untuk menentang agresi Israel," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan.
Ia menyebut Israel sebagai “kelenjar kanker yang harus dihilangkan, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.”
Israel telah meningkatkan pertempurannya melawan Hizbullah dalam beberapa minggu terakhir karena berupaya mengusir kelompok itu dari perbatasan dan memungkinkan kembalinya ribuan penduduk ke rumah mereka di utara.
Banyak pemimpin Hizbullah terbunuh dalam serangan itu dan IDF telah memulai operasi terbatas di Lebanon selatan.
Lebih dari 35 roket telah diluncurkan dari Lebanon ke Israel utara sejak pagi ini, menurut IDF.
Sekitar 15 roket ditembakkan sebelum pukul 7 pagi di wilayah Karmiel. Beberapa roket berhasil dicegat dan sisanya menghantam wilayah terbuka, kata IDF.
Sesaat sebelum pukul 9 pagi, 20 roket diluncurkan ke Galilea Barat. Setidaknya satu roket mendarat di sebuah kota, menyebabkan kerusakan pada beberapa mobil. IDF mengatakan sebagian besar roket yang diluncurkan dalam serangan itu berhasil dicegat.
Beberapa roket lagi ditembakkan ke daerah Dovev setengah jam yang lalu, yang menurut IDF semuanya mengenai daratan terbuka.
Tidak ada laporan korban luka dalam serangan itu. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/071024-Israel-Tengah.jpg)