Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2024 di Sulut

Bekali Ribuan Penyelenggara Adhoc Sulut, Ketua DKPP Heddy Lugito : Tekanan di Pilkada Lebih Berat

Ketua Dewan Kehormatan Penyenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito mengingatkan jajaran KPU dan Bawaslu hingga penyelenggara adhoc Pemilu

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Ketua DKPP, Heddy Lugito berbicara didampingi Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh (kanan) dan Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan dalam rakor terpadu Pilkada di Command Center Bawaslu Sulawesi Utara, Senin (7/10/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Dewan Kehormatan Penyenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito mengingatkan jajaran KPU dan Bawaslu hingga penyelenggara adhoc Pemilu bekerja sesuai aturan dalam Pilkada Serentak 2024.

"Semua mata mengarah kepada kalian semua. Keliru sedikit saja, pasti dipersoalkan. Makanya ikut saja aturan," kata Heddy dalam Rakor Terpadu Pilkada Sulawesi Utara di Command Center Bawaslu Sulut, Senin (7/10/2024).

Rakor ini diikuti secara daring oleh Komisioner Bawaslu dan KPU 15 kabupaten kota; Panwascam dan PPK di 171 kecamatan; serta PKD dan PPS di 1.839 kelurahan/desa.

Lugito mengungkapkan, tantangan terhadap penyelenggara Pemilu di Pilkada jauh lebih berat dibanding Pileg/Pilpres 2024 lalu.

Katanya, meskipun secara teknis lebih ringan tapi tantangan dan tekanan jauh lebih berat.

Pasalnya, Pilkada melibatkan peserta yang merupakan tokoh-tokoh di daerah yang memiliki pengaruh dan pendukung. 

"Para tokoh ini punya kerabat, massa sehingga bapak ibu punya tantangan besar, tekanannya pasti besar. Karena itu, saya minta, jaga integritas dan ikut aturan saja," kata Lugito. 

Ia mengungkapkan, KPU dan Bawaslu punya peran vital menjaga kedaulatan rakyat. 

"KPU Bawaslu kalau gagal, banyak dicaci tapi kalau berhasil tidak dipuji sebab dianggap biasa. Kalaupun berhasil, masih dikritik pula," jelasnya. 

Lugito mengingatkan para penyelenggara Pemilu agar menjaga independensi. Katanya, penyelenggara terikat aturan dan etik. 

"Penyelenggara itu diikat aturan, termasuk soal etik, menyangkut patut dan tidak patut. Karena itu harus menjaga perilaku," ujarnya. 

Ketua Bawaslu Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh mengungkapkan, penyelenggara Pemilu harus bekerja sama. 

Antara KPU, Bawaslu hingga jajaran di tingkat kelurahan desa bersinergi mewujudkan Pilkada ber integritas. "Mari sama-sama kita menjaga perilaku dan integritas," kata Mewoh.

Sementara Ketua KPU Sulawesi Utara, Kenly Poluan mengungkapkan, penyelenggara menjaga independensi dan integritas tujuan akhirnya agar Pilkada berkualitas. 

"Proses Pilkada yang berintegritas, artinya pemimpin yang dihasilkan juga berkualitas," jelasnya.(ndo) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved