Breaking News
Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yakobus 4:3, Doa yang Salah dan Tidak Dikabulkan

Doa kita terhalang oleh iblis, yang merebut permintaan kita dan menggantikannya dengan amarah dan perlawanan kepada Tuhan.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
HO
Ilustrasi berdoa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul Doa yang salah dan tidak dikabulkan.

Ayat Alkitab diambil dalam Yakobus 4:3.

Doa kita terkadang tidak mencapai "Langit," tetapi hanya nyangkut atau terhalang oleh langit-langit.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Sabtu 25 Oktober 2024, Yakobus 4 : 8 - 10, Mendekat, Pasti Didekap Allah

Maksudnya, doa kita tidak dijawab oleh Tuhan sesuai keinginan dan permintaan kita, karena cara kita menyampaikannya yang salah.

Atau juga karena isi permintaan doa kita kepada Tuhan yang keliru.

Maka Allah yang sering dipahami ada di langit, tidak mendengar doa kita.

Doa kita terhalang oleh iblis, yang merebut permintaan kita dan menggantikannya dengan amarah dan perlawanan kepada Tuhan.

Kita menyimpulkan bahwa Tuhan tidak adil karena tidak menjawab doa menurut keinginan dan kepentingan kita.

Hal inilah yang disampaikan oleh rasul Yakobus kepada keduabelas suku Israel yang sedang berada di perantauan.

Yakobus menasihati bahwa orang Israel banyak kali gagal dalam membangun hubungannya dengan Tuhan bahkan ditolak Allah karena prilaku hidupnya yang tidak berkenan kepada Tuhan, baik karena tidak berdoa, maupun sudah berdoa tapi dengan cara dan materi permintaan doa yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Jelaslah bahwa soal cara berdoa yang benar, menurut Tuhan Yesus dalam Matius 6:6  adalah tidak mempertontonkan nya kepada orang lain, tidak untuk menonjolkan diri, bukan untuk dianggap atau dinilai baik, tetapi harus disampaikan dalam keheningan di tempat yang tersembunyi.

Dan sampaikanlah itu dengan hati yang tulus kepada Tuhan. 

Juga, apa yang disampaikan adalah permohonan untuk kebaikannya sendiri.

Bukan untuk menjadi kesombongan atau memuaskan hasrat hati, hawa nafsu dan memenuhi keserakahan dan ambisi.

Jadi, apa yang kita minta atau doakan kepada kepada Tuhan, tidak dalam kerendahan hati, bukan untuk kebutuhan hidup tetapi untuk keinginan dan kepentingan daging dan dunia.

Ketika Allah mengabulkan permintaan kita, itu akan kita pakai untuk kesombongan diri, menindas sesama, pemuasan hawa nafsu dan kejahatan yang pada akhirnya merugikan diri kita, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.

Jadi, Allah mengabulkan doa yang membawa kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan umat yang Dia kasihi.

Karena Dia mengasihi kita lebih dari kita mengasihi diri kita sendiri.

Karena itu Dia tidak mau mengabulkan doa kita yang pada akhirnya merusak dan membinasakan diri kita sendiri.

Sebagai contoh, kita meminta kekayaan, misalnya uang 1 miliar.

Apakah Tuhan tidak dapat memberikannya kepada kita? Bisa? Pasti sangat bisa! Bumi saja Dia ciptakan.

 Juga manusia. Apalagi hanya memberikan uang, berapapun banyaknya.

Tetapi, masalahnya adalah ketika manusia menerima secara instan uang itu, Dia pasti lupa diri.

Dia pasti dinina bobokan dengan harta yang datang tiba-tiba, menjadi malas dan bakal menggunakannya dengan cara yang tidak baik.

Tetapi, jika dia mendapatkan itu melalui suatu proses perjuangan, artinya dia berdoa minta bahu yang kuat, semangat yang baik untuk mendapatkannya, itu bisa Allah kabulkan doanya.

 Jadi, Allah punya cara yang luar biasa ajaib dalam menjawab doa kita umat-Nya.

Kita berdoa tapi tidak menerima apa-apa dari Tuhan terhadap apa yang kita minta, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita.

Justru karena Dia sangat sayang kepada kita, maka Allah melakukannya.

Sebab, Allah selalu merancangkan dan menganugerahkan yang terbaik dalam hidup kita.

Lebih baik dari rancangan kita untuk diri kita sendiri. Karena kita merancang dan menghabiskannya untuk kepuasan hawa nafsu kita.

Allah mengabulkan doa kita bukan menurut keinginan dan untuk kesenangan kita, tapi sesuai kebutuhan dan kebaikan kita.

Maka jika kita ingin doa kita dikabulkan, hiduplah benar dan lakukanlah kebaikan.

Rancangan kebaikan dalam ketaatan kepada Tuhan. Sebab menurut rasul Yakobus (Yak 5:16b), "doa orang benar,  bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Jika kita berdoa dengan hati yang menyembah dan dalam kepasrahan penuh ketulusan, Allah pasti mengabulkannya. Sebab Kristus sangat tahu apa yang paling baik dalam hidup kita. Dia pasti akan melakukan segala sesuatu untuk umat-Nya, tepat dan indah pada waktunya. Karena Tuhan melihat hati dan menolak bahkan membenci hawa nafsu.

Karena itu Yakobus menasihati umat Israel terutama mereka yang sedang berada di tanah asing untuk berdoa dengan benar, yakni untuk hidup dalam tuntunan kuat kuasa kasih Roh Kudus, bukan berlandaskan keinginan dan kepentingan dunia yang muaranya adalah untuk memuaskan hawa nafsu.

Itulah doa yang salah yang pasti tidak akan dikabulkan-Nya. Dengan kata lain, Allah mengabulkannya dengan tidak mengabulkan doanya.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (ay 3)

Itulah pesan firman Tuhan sekaligus pandu hidup kita di hari ini. Yakni bahwa janganlah salah berdoa kepada Tuhan.

Jangan berdoa untuk kepuasan daging dan keinginan dunia.

 Jangan mengejar hawa nafsu. Tapi hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus, agar hidup kita diberkati dan berbahagia selamanya.

Maka berdoalah dengan hati yang tulus dalam ketaatan kepada-Nya. Karena Tuhan selalu melihat hati yang berpaut kepada-Nya setia dan taat mengikuti kendali Roh Kudus. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved