Harga Cengkeh di Kotamobagu
Info Harga Cengkeh di Kotamobagu Sulawesi Utara Rabu 2 Oktober 2024
Dari amatan Tribunmanado.co.id, Rabu (2/10/2024), banyak petani cengkeh di Kotamobagu berada di salah satu toko jual beli cengkeh
Penulis: Diki Cahya Mulya Gobel | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Informasi harga cengkeh di Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).
Dari amatan Tribunmanado.co.id, Rabu (2/10/2024), banyak petani cengkeh di Kotamobagu berada di salah satu toko jual beli cengkehdi komplek Terminal Serasi di area pusat kota.
Para petani dan penjual datang membawa puluhan karung cengkeh untuk dijual.
Abdul salah satu petani saat ditemui Tribun Manado mengatakan harga masih belum ada perkembangan.
“Masih 94 ribu per kg,” katanya.
Menurutnya, harga tersebut sudah berlangsung beberapa pekan ini.
“Kira-kira sudah sekitar 2 minggu ini harga masih sama,” ucapnya.
Cara Pilih Cengkeh yang Bagus
Ada beberapa cara memilih cengkeh. Dari bentuknya, ukurannya hingga warnanya.
Berikut cara-cara memilih cengkeh
1. Pilih cengkeh yang kering
Menambahkan dari majalah “Saji ED 442 July 2019” terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, cengkih yang biasanya digunakan sebagai bumbu dapur adalah bagian putih bunganya. Itu karena bagian tersebut memiliki aroma khas.
Selain itu, semakin kering cengkeh, semakin kuat pula aromanya. Maka, pilih cengkeh yang benar-benar kering.
Kalau kamu mendapatkan cengkeh segar atau setengah kering, jemur agar cengkeh benar-benar kering.
2. Pilih cengkeh yang sudah tua
Cengkeh yang sudah tua kalau dikeringkan akan berwarna hitam pekat. Pastikan juga untuk memiliki ukuran cengkeh yang besar-besar.
3. Pilih cengkeh dengan ukuran besar
Melansir Food NDTV, pilih cengkeh dengan ukuran besar. Hal ini agar kamu bisa melihat jelas kepala dan batangnya.
Jenis cengkeh dengan ukuran besar adalah cengkeh penang.
4. Lihat dari warnanya
Pilih cengkeh dengan warna cokelat kemerahan. Selain itu, pilih cengkeh dengan bentuk kelopak yang masih kuncup dan benang sari di dalamnya.
Cara Tanam Cengkeh
Cengkeh memiliki nilai jual tinggi. Hingga saat ini budidayanya terus dilakukan. Berikut info lengkap soal budidaya cengkeh.
Salah satu tahapan budidaya cengkeh yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman ini yaitu pembibitan.
Menurut penjelasan di Cybext Kementerian Pertanian, perbanyakan cengkeh saat ini dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembibitan cengkeh, antara lain;
- Tanah subur dan mudah dialiri air saat musim kemarau.
- Tempat persemaian terlindungi dari angin kencang.
- Tempatnya strategis dan dekat dengan area pertanaman.
- Persiapan lahan persemaian
Beberapa tahapan persiapan lahan persemaian yang perlu dilakukan, seperti berikut:
- Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul. Lebar lahan yang akan diolah maksimal 175 cm dan panjangnya maksimal 5 cm atau sesuai dengan kondisi lahan.
- Buat parit berukuran 50 cm agar bibit cengkeh tidak tergenang.
- Bersihkan gulma atau tanaman liar yang ada di lahan tersebut.
- Cangkul lahan sebanyak 3 kali agar tanah gembur. Kemudian digulur kira-kira 20 cm di atas permukaan parit.
- Disekitar guludan atau bedengan diberi penahan agar tanah tidak hanyut saat terkena air.
- Tanah pada bedengan semai dicampurkan dengan pupuk kandang.
- Pasang naungan dari alang-alang, daun kelapa, atau jerami.
- Setiap guludan atau bedengan disemprot insektisida untuk membunuh hama yang terdapat di tanah.
Penanaman benih - Benih atau biji cengkeh yang ditanam harus berkualitas dan berasal dari tanaman terbaik. Benih kemudian ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.
Jika benih berumur 1 tahun, maka jarak tanamanya 20 x 20 cm. Sementara itu, apabila benih berumur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30 x 30 cm.
Sebelum disemai, benih perlu dikecambahkan selama 5 hari agar akar tumbuh lurus. Caranya dengan menempatkan biji pada keranjang pipih yang diberi tanah secukupnya.
Setelah berkecambah, biji cengkeh yang sudah berkecambah bisa dipindahkan ke lahan persemaian. Lakukan penyiraman secara rutin agar bibit tumbuh subur.
Saat bibit berumur 3 bulan, tanah digemburkan dan gulma yang tumbuh di sekitarnya dicabut. Penggemburan bisa dilakukan bersama dengan pemupukan.
Apabila bibit sudah berumur 4 bulan, naungan mulai dijarangkan, sehingga saat umur 1 tahun, peneduh sudah bisa dibuka semuanya. Tujuannya agar bibit terkena sinar matahari langsung.
Bibit dipelihara dan setelah berumur 2 tahun, bibit sudah bisa dipanen. Cara pengambilan bibit harus dilakukan hati-hati agar akar tidak rusak.
Kemudian, tanah yang masih menempel pada akar perlu dibungkus dengan gedebog pisang kering atau pembungkus lain. Setelah itu, letakkan bibit pada tempat teduh selama 1 hingga 2 minggu.
Selama penyimpanan, semprotkan larutan K.O.C 1 sampai 2 persen untuk mencegah pertumbuhan jamur. (Kompas.com,Dik)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
LSM INAKOR Tolak Dugaan Intervensi dan Suap dalam Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM |
![]() |
---|
Harga Rica Naik, Cek Update Harga di Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan Manado, Sulut |
![]() |
---|
Mantan Sekprov Sulut Steve Kepel Jalani Sidang Dakwaan Korupsi Dana Hibah GMIM Sambil Dihibur Istri |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Sosok Polisi Pengemudi Mobil Taktis Brimob yang Lindas Driver Ojol hingga Tewas |
![]() |
---|
Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Jumat 29 Agustus 2025, Beras Stabil, Cabai Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.