Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2024

Dinamis Elektoral Pilkada Jatim 2024: 40 Persen Belum Tentukan Pilihan

Dinamis peta elektoral Pilkada Jawa Timur 2024 yang diikuti tiga pasangan calon gubernur - wakil gubernur.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim dan Tri Rismaharini Zahrul Azhar Asumta. Dinamis peta elektoral Pilkada Jawa Timur 2024 yang diikuti tiga pasangan calon gubernur - wakil gubernur. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Dinamis peta elektoral Pilkada Jawa Timur 2024 yang diikuti tiga pasangan calon gubernur - wakil gubernur.

Jajak pendapat terbaru menemukan, masih ada 40 persen pemilih di Jatim belum menentukan pilihan.

Pilkada Jatim diikuti pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak, Tri Rismaharini - Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) - pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim.

Berikut delapan kesimpulan temuan survei Pilkada Jatim 2024 versi Indikator Politik Indonesia:

1) Jika pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, secara spontan, Khofifah Indar Parawansa paling banyak disebut 39.3 persen, nama lain jauh lebih rendah. Belum menentukan pilihan 40.3%.

2) Pada simulasi 3 pasangan calon, Pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak unggul dengan dukungan sekitar 61.2%, kemudian pasangan Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dengan dukungan sekitar 26%, dan pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim dengan dukungan sekitar 2.2%. Yang memutuskan tidak akan memilih (Golput) ada sekitar 0.5%, sisanya massa
mengambang sekitar 10.2%.

3) Popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai.

Oleh karena itu populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif.

4) Saat ini tingkat popularitas Khofifah Indar Parawansa paling tinggi (92.7%), kemudian Tri Rismaharini (62.8%), dan Luluk Nur Hamidah (6.6%).

5) Dari yang mengenal calon, tingkat kedisukaan terhadap Khofifah Indar Parawansa paling tinggi 89.4%, kemudian terhadap Tri Rismaharini 87.6%, dan terhadap Luluk Nur Hamidah 49.5%.

6) Di antara yang mengenal calon, citra personal Tri Rismaharini sangat kompetitif mengimbangi petahana, Khofifah Indar Parawansa. Sementara citra personal Luluk Nur Hamidah jauh tertinggal dari dua calon utama.

7) Tingkat kepuasan atas kinerja petahana, baik terhadap Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur dan Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Gubernur, sangat positif, masing-masing sekitar 84.4?n 72.5% merasa cukup atau sangat puas atas kinerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Hal ini mendorong pada tingkat penerimaan terhadap Khofifah Indar Parawansa untuk kembali menjadi Gubernur periode selanjutnya, 67.1%.

8) Dinamika elektoral ke depan hingga hari pemungutan suara mendatang masih
mungkin terjadi, seberapapun besar kemungkinannya. Semakin luas para kandidat,
beserta tim, menjangkau pemilih dalam sisa waktu ke depan, maka peluang
memenangkan pilkada di Provinsi Jawa Timur akan semakin terbuka.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling pada tanggal 9 hingga 14 September 2024. 

Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1000 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1000 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) kurang lebih 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sampel berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang terdistribusi secara proporsional. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved