Pilkada 2024
Citra Calon Gubernur Jawa Timur 2024: Risma Imbangi Khofifah
Calon Gubernur Jawa Timur 2024, Tri Rismaharini mengimbangi Khofifah Indar Parawansa tentang citra atau tingkat kesukaan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Calon Gubernur Jawa Timur 2024, Tri Rismaharini mengimbangi Khofifah Indar Parawansa tentang citra atau tingkat kesukaan.
Risma memperoleh 87,6 persen. Hanya tertinggal 1,8 persen dari Khofifah, berimbang secara statistik atau masih di area margin of error survei Pilkada Jatim 2024.
Khofifah berada di angka 89,4 persen.
Menariknya popularitas Khofifah mencapai 92,7 persen sedangkan Risma baru di angka 62,8 persen.
Artinya citra Risma masih berpeluang naik jika dia mampu meningkatkan popularitas dalam dua bulan ke depan.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, dari yang mengenal calon, tingkat kedisukaan terhadap Khofifah paling tinggi 89,4 persen, kemudian terhadap Risma 87,6 persen dan terhadap Luluk Nur Hamidah 49,5 persen.
Di antara yang mengenal calon, citra personal Risma sangat kompetitif mengimbangi petahana, Khofifah. Sementara citra personal Luluk jauh tertinggal dari dua calon utama.
Kontestasi Pilgub Jawa Timur saat ini resmi diikuti oleh tiga srikandi bersama calon wakil gubernur masing-masing, yaitu Luluk Nur Hamidah – Lukmanul Khakim, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak, dan Tri Rismaharini – Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Luluk-Lukman diusung oleh PKB, Khofifah-Emil diusung koalisi 15 partai, dan Risma-Gus Hans diusung PDI Perjuangan.
Di atas kertas, petahana Khofifah-Emil unggul dengan dukungan sekitar 60 persen kursi partai di DPRD Provinsi Jawa Timur.
Akankah keunggulan ini terejawantah menjadi dukungan masyarakat Jawa Timur pada pemungutan suara mendatang?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Indikator Politik Indonesia menggelar survei tatap muka kepada pemilih Jawa Timur.
Survei berusaha mengupas preferensi pemilih Jawa Timur setidaknya saat survei dilakukan, evaluasi mereka terhadap petahana dan berbagai kondisi umum yang mereka rasakan saat ini.
Survei juga mengungkap faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan, seperti sosialisasi politik, pilihan partai, dan sosio-demografi.
Hasil survei dapat menjadi rujukan bagi analis dan pengambil keputusan, khususnya dalam konteks Pilgub Jawa Timur.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1000 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/300924-Risma-Khofifah.jpg)