Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Donald Trump

Sosok Pria yang Hendak Tembak Donald Trump di Lapangan Golf, Pernah Ikut Perang di Ukraina

Ryan Wesley Routh, sosok pria yang hendak tembak Donald Trump di lapangan golf. Mengaku pernah ikut perang di Ukraina.

Editor: Frandi Piring
via Tribunnews.com
Ryan Wesley Routh, Pria yang Hendak Tembak Donald Trump di Lapangan Golf. Pernah Ikut Perang di Ukraina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya tersangka percobaan pembunuhan terbaru terhadap Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tertangkap.

Aparat bergerak cepat mengusut upaya penembakan terhadap Donald Trump saat main golf, Sabtu (15/9/2024) sore.

Lokasi percobaan pembunuhan terjadi di lapangan golf milik Donald Trump di West Palm Beach, Florida.

Hasilnya, satu orang tersangka berhasil diamankan.

Tersangka diduga melakukan percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump saat bermain golf.

"Tersangka diidentifikasi sebagai Ryan Wesley Routh berusia 58 tahun," kata pejabat kepada The Associated Press .

Ryan Wesley Routh, Pria yang Hendak Tembak Donald Trump di Lapangan Golf. Pernah Ikut Perang di Ukraina.
Ryan Wesley Routh, Pria yang Hendak Tembak Donald Trump di Lapangan Golf. Pernah Ikut Perang di Ukraina. (via Tribunnews.com/NewsWeak)

Mengaku Pernah Terlibat dalam Perang Ukraina

Kepala penegak hukum dan analis intelijen CNN John Miller melaporkan akun media sosial Routh selama ini fokus pada "keterlibatan yang diklaimnya sendiri" dalam perang di Ukraina.

Termasuk dugaan upayanya untuk merekrut tentara guna bertempur dalam konflik tersebut.

Ryan Wesley Routh juga mengklaim telah bertempur di Ukraina saat negara itu terus menahan invasi Rusia.

Miller mengatakan bahwa Routh tinggal di Hawaii dan sebelumnya bekerja sebagai pekerja konstruksi di North Carolina.

Tersangka juga dilaporkan pernah ditangkap delapan kali oleh polisi, sebagian besar kasusnya pelanggaran ringan.

Ryan Wesley Routh tampaknya pernah berbicara dengan The New York Times tentang upayanya merekrut tentara Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban untuk berperang di Ukraina.

Pada saat laporan tersebut diterbitkan pada 25 Maret 2023, Routh mengatakan kepada Times bahwa ia telah menghabiskan beberapa bulan di Ukraina pada tahun 2022.

Laporan Semafor yang diterbitkan pada 10 Maret 2023, mengutip Routh sebagai kepala Pusat Relawan Internasional (IVC) di Ukraina, sebuah organisasi swasta yang bekerja untuk "memberdayakan relawan" dan kelompok nirlaba lainnya yang bekerja untuk "meningkatkan distribusi bantuan kemanusiaan di seluruh Ukraina," menurut situs web IVC.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved