Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Hari Ini, 9 September 1948 PON Indonesia Pertama Digelar di Kota Solo

Banyak komunitas Inernasional yang belum mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, karena Belanda masih berupaya mempertahankan kedudukannya.

|
Editor: Rizali Posumah
Tropenmuseum
Acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional I, di Kota Solo pada 9 September 1948. Nampak dalam foto ada Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - 9 September tahun 1948 tercatat dalam sejarah sebagai hari digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia yang pertama, tiga bulan sebelum Agresi Militer II Belanda.

PON ke-1 ini berlangsung di Kota Solo (Surakarta). 

Di masa itu, banyak komunitas Inernasional yang belum mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, karena Belanda masih berupaya mempertahankan kedudukannya dan menganggap pihak Republik Indonesia hanyalah gerombolan pemberontak.

Untuk itu, PON ke-1 mempunyai misi yang demikian penting, yakni menunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia sanggup menggelar acara olahraga skala nasional di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

Dan juga untuk menunjukan, bahwa Indonesia secara de facto adalah negara yang merdeka dan berdaulat.

Sejarah

PON merupakan gelaran olahraga terakbar di Indonesia. Diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Diikuti seluruh provinsi di Tanah Air.

Adalah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan acara ini. 

Sejarah penyelenggaraan PON I di Solo pada 1948 berawal dari hasil keputusan yang dibuat oleh Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI).

PORI adalah organisasi yang lahir dari hasil kongres olahraga di Solo pada tahun 1946.

PORI kala itu diketua Widodo Sastrodiningrat.

PORI membawahi olahraga sepak bola, bola basket, renang, atletik, bulu tangkis, tenis, panahan, bola keranjang, pencak silat, dan gerak jalan.

Saat itu juga terbentuk Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).

KORI diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sebelum terlaksananya PON 1 di Solo pada tahun 1948, PORI melalui KORI sebagai perantara, mengajukan untuk ikut Olimpiade 1948 di London.

Sayangnya, Indonesia tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Olimpiade 1948.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved