Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Harris Berjanji Tegas soal Migrasi dan Dukung Persenjataan Israel

Kamala Harris berjanji akan mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap migrasi di sepanjang perbatasan selatan AS.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Tim Walz dan Kamala Harris. Wakil Presiden Harris berjanji akan mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap migrasi di sepanjang perbatasan selatan AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Kamala Harris berjanji akan mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap migrasi di sepanjang perbatasan selatan AS.

Harris juga mengatakan dia tidak akan menahan senjata ke Israel, dalam wawancara pertamanya dengan organisasi berita besar sejak menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

Andrea Shalal, Steve Holland dan Stephanie Kelly dari Independent melaporkan, dalam wawancara dengan pembawa acara CNN Dana Bash, Harris berusaha menunjukkan bahwa ia menguasai isu-isu tersebut dan memberikan gambaran kepada rakyat Amerika tentang posisi kebijakannya dengan waktu hanya dua bulan menjelang Hari Pemilihan pada tanggal 5 November.

Harris mengatakan dia akan memperbarui dorongan untuk legislasi perbatasan komprehensif yang akan memperketat migrasi ke Amerika Serikat , dan berjanji untuk "menegakkan hukum kita" terhadap penyeberangan perbatasan.

"Kita punya undang-undang yang harus dipatuhi dan ditegakkan, yang mengatur dan menangani orang-orang yang melintasi perbatasan secara ilegal, dan harus ada konsekuensinya," kata Harris.

Ia juga mendukung penuh dukungan kuat Presiden Joe Biden terhadap Israel dan menolak seruan dari sejumlah pihak di Partai Demokrat bahwa Washington harus mempertimbangkan kembali pengiriman senjata ke Israel karena besarnya jumlah korban tewas warga Palestina di Gaza.

Ia mengatakan ia mendukung Israel yang kuat tetapi "kita harus mencapai kesepakatan" untuk mencapai gencatan senjata dalam konflik Gaza.

"Tidak, kita harus menyelesaikan kesepakatan (gencatan senjata dan penyanderaan)," kata Harris ketika ditanya apakah dia akan menahan senjata untuk Israel. Dia telah menjadi wakil presiden Biden sejak awal pemerintahannya.

Abbas Alawieh, salah satu pendiri Gerakan Nasional Tidak Berkomitmen yang memprotes kebijakan Biden, menyatakan rasa frustrasinya atas tanggapan Harris terkait Gaza.

"Jika wakil presiden tertarik pada gencatan senjata, dia harus mendukung penghentian segera pengiriman tembakan," kata Alawieh.

Harris, yang didampingi calon wakil presidennya, Gubernur Minnesota Tim Walz, juga mengatakan ia ingin menambahkan seorang Republikan ke dalam kabinetnya jika ia memenangi pemilu.

"Saya pikir penting untuk melibatkan orang-orang di meja perundingan ketika beberapa keputusan terpenting dibuat yang memiliki pandangan dan pengalaman berbeda. Dan saya pikir akan bermanfaat bagi masyarakat Amerika jika ada anggota kabinet saya yang seorang Republikan," katanya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved