Sejarah
Sejarah dan Profil Bunda Teresa, Sosok Biarawati yang Mengabdi untuk Kaum Miskin dan Sakit
Bunda Teresa adalah seorang biarawati Katolik Roma yang mengabdikan diri untuk orang miskin dan sakit HIV/AIDS di Kalkuta, India.
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - "(Menolong orang miskin dan sakit) itu adalah perintah. Tidak melakukannya sama artinya saya mengingkari iman saya," ujar Anjeze Gonxhe Bojaxhiu, yang kemudian lebih dikenal dunia sebagai Bunda Teresa.
Bunda Teresa adalah seorang biarawati Katolik Roma yang mengabdikan diri untuk orang miskin dan sakit HIV/AIDS di Kalkuta, India.
Dirinyalah yang mendirikan Missionaries of Charity atau Misionaris Charitas, sebuah ordo yang mengabdikan diri kepada orang miskin dan sakit, khususnya kepada mereka yang melarat di India.
Meski banyak menuai pujian dari dunia karena dedikasinya yang besar, namun Teresa juga tida luput dari kritik.
Ia dikritik terutama karena menolak aborsi, serta kondisi rumahnya yang dinilai tak layak untuk merawat orang sakit.
Sejarah dan Profil Bunda Teresa
Kelahiran dan masa muda
Anjeze Gonxhe Bojaxhiu dilahirkan pada 26 Agustus 1910 di Skopje (sekarang ibu kota Makedonia) dari keluarga Albanid-Kosovo.
Ayahnya Nikola Bojaxhiu adalah pengusaha sekaligus politisi pendukung kemerdekaan Albania.
Berdasarkan biografi yang ditulis Joan Graff Ciucas, sewaktu kecil Anjeze mendengar dengan saksama kisah demi kisah terkait misionaris dan misi pengabdian di Bengal.
Walhasil, di usia 12 tahun dirinya mulai berkomitmen untuk menjalani kehidupan religius.
Keyakinannya makin mantab setelah berdoa di biara yang sering dikunjungi para peziarah, yakni Black Madonna of Vitina-Letnice, pada 15 Agustus 1928.
Saat usia 18 tahun, Anjeze mewujudkan cita-citanya dengan meninggalkan rumah dan bergabung bersama Persaudaraan Loreto di Rathfarnham, Irlandia.
Di sana ia belajar Inggris demi menjadi misionaris.
Pada tahun 1929. dia ke India dan memulai novisiat (pendidikan) di Darjeeling, di mana dia belajar bahasa Bengali dan dididik di Sekolah St Teresa.
Anjeze mengucapkan kaul religius pada 24 Mei 1931, dan memilih nama Santa Therese de Lisieux, pelindung bagi para misionaris.
14 Mei 1937, dia mengucapkan kaul keikhlasan sembari dia menjadi guru di sekolah biara Loreto di Entally, Kolkata timur.
| Begini Penuturan Saksi Mata Peristiwa Merah Putih di Teling Manado |
|
|---|
| Ini Lokasi Tepat Eks Tangsi Belanda di Teling, Saksi Sejarah Peristiwa Merah Putih Manado |
|
|---|
| Daftar Nama Pejuang yang Berperan dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado |
|
|---|
| Jejak Sejarah Perang Dunia II di Manado: Dari Markas Rahasia hingga Penemuan Huruf Kanji |
|
|---|
| Penulis Asal Sulawesi Utara Ini Yakin, Minahasa Keturunan Dinasti Han Tiongkok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bunda-teresa-5566.jpg)