Berita Populer Sulut
Berita Populer Sulawesi Utara, Harga Cengkih Naik hingga Dugaan Pemalakan Kejari Kotamobagu
3 berita populer Sulawesi Utara Senin 12 Agustus 2024.Mulai dari harga cengkih naik,Dugaan Pemalakan Kejari Kotamobagu
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - 3 berita populer Sulawesi Utara Senin 12 Agustus 2024.
Mulai dari harga cengkih naik,Dugaan Pemalakan Kejari Kotamobagu dan Pemuda yang hilang di Pantai Kema.
Simak selengkapnya:
1. Harga Cengkih Naik,
Kabar gembira bagi penjual dan petani cengkih di Sulawesi Utara.
Harga cengkih terpantau naik lagi.
Pantauan di Gudang Cengkih Wanea, Kota Manado, Senin (12/8/2024) harga cengkih naik dari Rp 88 ribu menjadi Rp 90 ribu perkilogram.
Kenaikan ini sudah mulai sejak hari sabtu (10/8/2024) kemarin.
Para petani mengaku senang dengan kenaikan ini.
"Yang pasti senang, kalau harga sudah mulai ada pergerakan seperti ini," ucap Ridwan, petani asal Tanawangko.
Menurutnya, harga seperti ini sudah sudah cukup menguntungkan bagi mereka sebagai petani.
Jika dibandingkan dengan beberapa waktu kemarin, harga cengkih anjlok hingga Rp 82 ribu perkilo saja.
"Puji Tuhan, sekarang harganya sudah mulai bagus," sambungnya.
Yosep, petani lainnya katakan jika harga saat ini sudah seimbang dengan pengeluaran biaya operasional.
"Memang lebih bagus lagi kalau harganya Rp 100 ribu perkilo, tapi sekarang juga saya sudah senang," pungkasnya.
Suasana di lokasi tersebut cukup ramai.
Para penjual dan petani terus memadati lokasi gudang.
Hari ini terpantau lebih ramai dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.
2. Dugaan Pemalakan Kejari Kotamobagu
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR) ikut buka suara terkait adanya informasi mengenai pemalakan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu.
Pasalnya, pemalakan tersebut terjadi kepada KPU dan Bawaslu Se-BMR.
Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang BMR Fadli Korompot kepada Tribunmanado.co.id, Senin 12 Agustus 2024 mengatakan siap melakukan demo apabila informasi tersebut benar.
Menurutnya, apabila informasi tersebut benar maka hal tersebut mencoreng nama baik dari korps Adhyaksa.
"Apabila benar ini mencoreng nama baik dari Kejaksaan," kata dia.
Fadli menegaskan Kejaksaan adalah instansi yang harus menegakkan hukum bukan malah menjadi instansi yang mengintimidasi dengan hukum sebagai alat.
"Kalau benar ini adalah kemunduran bagi penegakan hukum terutama di Bolmong Raya," ucapnya.
Ia pun mengatakan siap turun jalan apabila memang ada dugaan pemalakan yang dilakukan oleh Kejari Kotamobagu.
"Kami siap turun ke jalan," ucapnya.
"Karena ini seperti pemerasan yang dilakukan penegak hukum. Jadi kami tak akan tinggal diam," ungkap dia.
Sebelumnya diketahui, Kejari Kotamobagu Provinsi Sulut kembali diterpa isu tak sedap.
Pasalnya, Korps Adhyaksa yang dipimpin oleh Elwin Agustian Khahar ini diduga melakukan pemalakan kepada sejumlah instansi.
Instansi yang dipalak tersebut adalah penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu se-BMR.
Dari salah satu sumber Tribunmanado.co.id yang adalah salah satu penyelenggara Pemilu mengatakan pihaknya dimintai uang hingga ratusan juta.
Menurutnya, uang tersebut diminta untuk mendukung giat Kejari Kotamobagu.
"Angkanya variatif. Tapi semuanya dikisaran ratusan juta," kata dia saat ditemui.
Ia mengatakan permintaan tersebut dilakukan saat undangan audiensi dengan Kajari Kotamobagu.
"Pada saat itu kami diminta menyediakan uang mulai dari Rp 100 juta," ujarnya.
"Tapi ada juga KPU lain diminta Rp 150 sampai Rp 200 juta. Angkanya beda-beda," tegas dia.
Bahkan, sumber menuturkan ada nada berupa ancaman apabila tak memenuhi permintaan tersebut.
"Betul ada nada ancaman kalau kami tak memberikan angka tersebut harus siap-siap," beber dia.
Dirinya mengatakan pihaknya hanya mengelola dana hibah untuk terselenggaranya Pilkada 2024.
"Bahkan kami tak ada yang dapat sampai ratusan juta. Sekarang malah kami diminta untuk siapkan uang begitu banyak," tegasnya.
Ia menuturkan permintaan tersebut terasa seperti pemerasan.
"Kami merasa seperti diperas. Padahal kejari adalah lembaga penegakan hukum,' tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Kotamobagu Elwin Agustian Khahar ketika dikonfirmasi mengatakan memang benar akan ada kegiatan yang akan dilakukan pihaknya.
Namun saat itu, pihaknya mengaku mempersilahkan siapa saja termasuk KPU dan Bawaslu untuk menyumbang.
"Karena mereka juga ingin melakukan sosialisasi di kegiatan tersebut, jadi kami persilahkan untuk menyumbang," ujarnya.
"Tapi kalau mereka tidak mau juga yah silahkan saja," tegas dia.
Elwin menegaskan sama sekali tak melakukan paksaan. Karena ini dalam bentuk sumbangan.
"Kalau paksaan sama sekali tak ada. Kalau tak mau sumbang yah silahkan saja," tegas dia.
3.
Tim gabungan akhirnya menemukan pemuda yang hilang di Pantai Asparaga, Desa Kema 1, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (12/8/2024).
"Korban sudah ditemukan," ucap Kapolsek Kema, Iptu Riska Angkol, saat dihubungi.
Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Saat ini, proses evakuasi lelaki bernama Samuel Sapacua (22) masih dalam proses.
Sebelumnya, pencairan dilakukan tim gabungan.
"TNI, Polri, Bakamla, Basarnas, Forkopimcam, Pemdes Kema 1, dan Pemdes Kema 2," ucap Riska.
Samuel hilang pada Minggu (11/8/2024) sekitar pukul 02.00 Wita.
Ia hilang di samping PLTU Sulut 3.
Berita Populer Sulawesi Utara: Steven Kandouw Jabat Plt Ketua DPD PDIP Sulut |
![]() |
---|
3 Berita Populer Sulut: Steven Liow Diperiksa Polisi hingga 2 Penambang Tertimbun Longsor |
![]() |
---|
3 Berita Viral di Sulut: Sosok Elen Parengkuan, Kecelakaan di Bumbungon, Anggota Polisi Meninggal |
![]() |
---|
3 Berita Populer Sulut: Sosok Bianca Lantang, VAP Bebas Murni, Orangtua Aniaya Guru di Belang |
![]() |
---|
Berita Populer Sulut: Listrik 1 x 24 Jam Kini Dinikmati Masyarakat Pulau Gangga dan Talisei Minut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.