Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Tuduhan Konspirasi Tim Walz: Agen CIA hingga Pro Tiongkok

Dari teori konspirasi Tim Walz adalah agen CIA yang menyamar hingga tuduhan komunisme menjadi sorotan atas hubungannya dengan Beijing.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Gubernur Tim Walz. Dari teori konspirasi Tim Walz adalah agen CIA yang menyamar hingga tuduhan komunisme menjadi sorotan atas hubungannya dengan Beijing. 

Setelah memasuki gedung Kongres pada tahun 2007, Walz bertugas di Komisi Eksekutif Kongres untuk Tiongkok, dengan fokus pada isu-isu hak asasi manusia dan sering mengambil posisi yang kemungkinan besar akan membuat marah pemerintah otoriter Xi Jinping di Beijing daripada untuk menjilat.

Pada tahun 2010, ia ikut mensponsori mosi DPR yang mengecam penangkapan aktivis dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo serta sesama aktivis Huang Qi dan, tujuh tahun kemudian, Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, yang menyerukan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia di bekas jajahan Inggris itu sebagai tanggapan terhadap protes kemerdekaan yang dipimpin oleh Joshua Wong dan lainnya.

Dalam tindakan lain yang dirancang untuk membuat marah Presiden Xi, Walz bertemu dengan Dalai Lama pada tahun 2016 dan menyerukan kebebasan beragama yang lebih besar bagi Tibet , menyerang agresi Tiongkok di Laut Cina Selatan , dan mengkritik negara tersebut karena bersekutu dengan Rusia setelah pecahnya perang di Ukraina pada bulan Februari 2022.

Namun, tidak seperti Trump, yang memulai perang dagang yang menyakitkan dengan Tiongkok selama masa jabatannya dengan menaikkan tarif impor atas barang-barang Tiongkok, Walz telah menganjurkan hubungan yang tidak terlalu “bermusuhan” dengan Beijing dan kerja sama yang lebih besar demi kepentingan yang lebih luas yaitu keharmonisan internasional.

"Saya pikir Walz akan membuat banyak orang yang peduli tentang kebijakan luar negeri Amerika di belahan dunia ini merasa tenang, karena mengetahui bahwa ada seseorang yang memiliki informasi, telah menghabiskan waktu di kawasan tersebut, dan tidak memulai dari awal dalam hal mempelajari kebijakan luar negeri Amerika di Asia Timur," kata Lev Nachman, seorang ilmuwan politik di Universitas Nasional Taiwan, kepada Voice of America minggu ini.

Sementara itu, pemerintahan Xi menolak berkomentar mengenai kenaikan jabatan Walz, selain mengatakan bahwa mereka berharap hubungan dengan Washington akan membaik pada bulan November – siapa pun pihak yang menang. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved