Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Tren Polarisasi Pemilih Amerika: Kulit Hitam Solid ke Harris, Kulit Putih ke Trump

Kandidat Partai Demokrat Kamala Harris memperoleh lebih banyak dukungan dari pemilih kulit hitam ketimbang Biden.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Donald Trump dan Kamala Harris. Kandidat Partai Demokrat Harris memperoleh lebih banyak dukungan dari pemilih kulit hitam ketimbang Biden. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Polarisasi pemilih di Pilpres AS setelah Joe Biden meninggalkan gelanggang.

Kandidat Partai Demokrat Kamala Harris memperoleh lebih banyak dukungan dari pemilih kulit hitam ketimbang Biden.

Sementara dukungan untuk kandidat Republik Donald Trump di kalangan pemilih kulit putih agak meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menurut analisis jajak pendapat Reuters/Ipsos.

Jason Lange dan Trevor Hunnicutt dari Reuters melaporkan, penelitian lebih dari 10.000 tanggapan dari tujuh jajak pendapat Reuters/Ipsos nasional yang dilakukan sejak Mei, menunjukkan kekuatan dan kerentanan yang signifikan bagi Harris.

Harris akan menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi presiden, sekaligus orang Amerika Asia pertama, jika dia mengalahkan Trump dalam pemilu 5 November.

Sekitar 70 persen pemilih kulit hitam yang disurvei pada bulan Juli memilih Harris daripada Trump dalam simulasi, naik dari 59 persen yang mendukung Biden dalam jajak pendapat bulan Mei dan Juni.

Porsi suara warga kulit hitam untuk Trump naik tipis menjadi 12 persen pada bulan Juli dari 9 persen pada bulan Mei dan Juni.

Sementara itu, Trump memperoleh dukungan yang meningkat dari pemilih kulit putih. Sekitar 50 persen memilih Trump dalam jajak pendapat bulan Juli, naik dari 46 persen pada bulan Mei dan Juni. Harris memperoleh dukungan dari 38 persen pemilih kulit putih pada bulan Juli, dibandingkan dengan 36 persen pada bulan Mei dan Juni.

Persaingan masih imbang, dengan Harris dan Trump masing-masing memperoleh dukungan 43 persen dalam jajak pendapat bulan lalu.

Biden dan Trump masing-masing memperoleh dukungan 40 persen dalam jajak pendapat yang dilakukan dalam dua bulan sebelumnya.

Analisis tersebut meneliti tanggapan jajak pendapat yang dikumpulkan sepanjang bulan Juli mengenai kontes Harris-Trump dan mencakup tanggapan sebelum Biden mengakhiri pencalonannya.

Namun, semua tanggapan mengenai Harris dikumpulkan setelah debat Biden pada tanggal 27 Juni melawan Trump, ketika kinerja presiden yang buruk menyebabkan Demokrat mendesaknya untuk mengakhiri kampanyenya.

Pemilih kulit putih merupakan blok ras terbesar, meliputi 72 persen dari seluruh pemilih dalam pemilu 2020, menurut Pew Research Center, meskipun pangsa pemilih mereka telah menurun tajam dalam beberapa dekade terakhir.

Warga Afrika-Amerika hanya mewakili 11 persen pemilih tahun itu. Namun, mereka merupakan komponen penting koalisi Partai Demokrat dan dapat memainkan peran besar dalam pemilihan tahun ini.

Pemilih kulit hitam di Georgia, misalnya, mendukung kemenangan Biden atas Trump dalam pemilihan presiden 2020.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved