Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gelar Kehormatan Olly Dondokambey

Putri Raja Keraton Solo GRAy Devi Lelyana Dewi Ingin ke Manado Sulut, Ini Alasannya

Alasan kedua, ia ingin silaturahmi dengan masyarakat Jawa Tondano (Jaton) di Kabupaten Minahasa. 

Tribun Manado
GRAy Devi Lilyana Dewi, putri kedua Sri Susuhunan Paku Buwana XIII. Lokasi: Karaton Kasunanan Surakarta, Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (5/8/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SURAKARTA - Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi berkeinginan berkunjung ke Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Ada dua alasan utamanya. Pertama, ia ingin mencicipi kuliner khas Manado seperti cakalang fufu dan sambel roa langsung di kota asalnya.

"Waktu kami di Amerika Serikat, saya biasa dibawakan cakalang dan sambel roa oleh teman asal Manado," tutur Putri kedua Raja Keraton Solo Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII, Senin (5/8/2024) malam. 

Wanita kelahiran Solo 9 April 1974 ini pernah menetap di AS selama lima tahun karena mengikuti suami. 

Alasan kedua, ia ingin silaturahmi dengan masyarakat Jawa Tondano (Jaton) di Kabupaten Minahasa. 

Sub etnis Minahasa ini punya kaitan erat dengan kedatangan Kiai Mojo bersama 28 pengawalnya di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 1826.

Kiai Mojo alias Mochammad Khalifah adalah panglima perang Pangeran Diponegoro kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada  1792.

Selama pengasingan, Kiai Mojo dan beberapa pengawalnya menikahi wanita Minahasa. 

Dari pernikahan itulah lahir keturunan mereka yang kini dikenal sebagai masyarakat Jawa Tondano. 

Keinginannya silaturahmi dengan masyarakat Jaton makin menguat setelah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membeberkan sepenggal cerita Kiai Mojo dan rencana pagelaran budaya Jawa di Bumi Nyiur Melambai dalam rangka HUT ke-60 Provinsi Sulut, September mendatang.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Ketua PKK Sulut Rita Maya Dondokambey Tamuntuan menerima gelar kehormatan dari Kesunanan Surakarta Hadiningrat, pada Senin (5/8/2024) malam.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Ketua PKK Sulut Rita Maya Dondokambey Tamuntuan menerima gelar kehormatan dari Kesunanan Surakarta Hadiningrat, pada Senin (5/8/2024) malam. (Dokumentasi Tribun Manado)

Itu dibeberkan Olly Dondokambey saat memberi sambutan penganugerahan gelar kehormatan yang diterimanya bersama istri, Rita Maya Tamuntuan, dari Kesunanan Surakarta Hadiningrat di Keraton Solo, Senin (5/8/2024) malam. 

Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberi jabatan Pangeran Sentana dengan gelar Kanjeng Pangeran Ario (KPA) Olly Dondokambey dan jabatan Sentana Riya Inggil dengan gelar Kanjeng Mas Ayu (KMAy) Rita Dondokambey. 

Penganugerahan gelar kehormatan itu diserahkan langsung Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII didampingi oleh sang permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono (PB) dan anak-anaknya termasuk putra mahkota Pangeran Purbaya.

Dalam prosesi yang penuh kesakralan malam itu didahului dengan sambutan dari pihak keraton yang diwakili oleh putri PB XIII Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi.

Menurut Devi, pemberian gelar kehormatan tersebut dikarenakan Olly Dondokambey beserta istri dinilai banyak berjasa bagi perkembangan Sulawesi Utara.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved