Gelar Kehormatan Olly Dondokambey
Putri Raja Keraton Solo GRAy Devi Lelyana Dewi Ingin ke Manado Sulut, Ini Alasannya
Alasan kedua, ia ingin silaturahmi dengan masyarakat Jawa Tondano (Jaton) di Kabupaten Minahasa.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUNMANADO.CO.ID, SURAKARTA - Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi berkeinginan berkunjung ke Kota Manado, Sulawesi Utara.
Ada dua alasan utamanya. Pertama, ia ingin mencicipi kuliner khas Manado seperti cakalang fufu dan sambel roa langsung di kota asalnya.
"Waktu kami di Amerika Serikat, saya biasa dibawakan cakalang dan sambel roa oleh teman asal Manado," tutur Putri kedua Raja Keraton Solo Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII, Senin (5/8/2024) malam.
Wanita kelahiran Solo 9 April 1974 ini pernah menetap di AS selama lima tahun karena mengikuti suami.
Alasan kedua, ia ingin silaturahmi dengan masyarakat Jawa Tondano (Jaton) di Kabupaten Minahasa.
Sub etnis Minahasa ini punya kaitan erat dengan kedatangan Kiai Mojo bersama 28 pengawalnya di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 1826.
Kiai Mojo alias Mochammad Khalifah adalah panglima perang Pangeran Diponegoro kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada 1792.
Selama pengasingan, Kiai Mojo dan beberapa pengawalnya menikahi wanita Minahasa.
Dari pernikahan itulah lahir keturunan mereka yang kini dikenal sebagai masyarakat Jawa Tondano.
Keinginannya silaturahmi dengan masyarakat Jaton makin menguat setelah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membeberkan sepenggal cerita Kiai Mojo dan rencana pagelaran budaya Jawa di Bumi Nyiur Melambai dalam rangka HUT ke-60 Provinsi Sulut, September mendatang.
Itu dibeberkan Olly Dondokambey saat memberi sambutan penganugerahan gelar kehormatan yang diterimanya bersama istri, Rita Maya Tamuntuan, dari Kesunanan Surakarta Hadiningrat di Keraton Solo, Senin (5/8/2024) malam.
Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberi jabatan Pangeran Sentana dengan gelar Kanjeng Pangeran Ario (KPA) Olly Dondokambey dan jabatan Sentana Riya Inggil dengan gelar Kanjeng Mas Ayu (KMAy) Rita Dondokambey.
Penganugerahan gelar kehormatan itu diserahkan langsung Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII didampingi oleh sang permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono (PB) dan anak-anaknya termasuk putra mahkota Pangeran Purbaya.
Dalam prosesi yang penuh kesakralan malam itu didahului dengan sambutan dari pihak keraton yang diwakili oleh putri PB XIII Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi.
Menurut Devi, pemberian gelar kehormatan tersebut dikarenakan Olly Dondokambey beserta istri dinilai banyak berjasa bagi perkembangan Sulawesi Utara.
Olly Dondokambey
Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Rita Maya Tamuntuan
Manado
KRAy Devi Lilyana Dewi
Paku Buwana XIII
| Makna Busana yang Dikenakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat Terima Gelar dari Keraton Solo |
|
|---|
| Dapat Gelar Kehormatan Keraton Solo, Olly Dondokambey Kenang Kedatangan Kiai Mojo ke Sulut 1826 |
|
|---|
| Ini Sebab Gubernur Sulut Olly Dondokambey Dianugerahi Gelar Kehormatan dari Keraton Solo |
|
|---|
| Ini Makna Pangeran Sentana, Status yang Didapat Gubernur Sulut Olly Dondokambey dari Keraton Solo |
|
|---|
| Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Rita Maya Tamuntuan Sandang Gelar Kehormatan Keraton Surakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/KRAy-Devi-Lilyana-Dewi.jpg)