Pilkada Jakarta 2024
Pengamat: Duet Anies dan Ahok di Pilkada Jakarta 2024 Bisa Hilangkan Kampanye Bermuatan SARA
Pengamat Politik menyatakan duet Anies dan Ahok di Pilkada Jakarta 2024 bisa hilangkan kampanye bermuatan SARA.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menyoroti terkait pemetaan kerawanan Pilkada yang telah ditetapkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta.
Diketahui, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta telah merilis pemetaan kerawanan Kamis (1/8/2024) lalu.
Poin-poin pemetaan tersebut menunjukkan adanya beberapa tingkatan kerawanan yakni tinggi, sedang, dan rendah.
Pada periode kampanye menjadi momen dengan kerawanan tingkat tinggi yang meliputi indikator materi kampanye yang bermuatan SARA di tempat umum.
Hal itu sejalan dengan apa yang disebutkan oleh Bawaslu bahwa ujaran kebencian bermuatan SARA masih akan masif terjadi di Pilkada Jakarta 2024 nanti.
Efriza pun berpendapat bahwa Bawaslu sudah semestinya memasukkan politik identitas sebagai salah satu kerawanan pemilu lantaran isu tersebut masih memiliki kemungkinan untuk “dijual”.
“Bawaslu memang harus memasukan politik identitas sebagai salah satu kerawanan pemilu,” ujar Efriza ketika dihubungi Sabtu (3/8/2024)
Alasanya, Efriza menyebutkan narasi tersebut dapat dilakukan oleh para pendukung Anies - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) apalagi jika kemudian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali diajukan oleh PDI Perjuangan (PDIP)
Meski efektivitasnya dapat dikategorikan menurun, namun masih memungkinkan jika pendukung Anies maupun Anies - PKS melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan isu identitas dan SARA.
Efriza menilai hal ini karena pendukung Anies masih meyakini hal itu menarik dan isu identitas agama ini dapat menjadi alasan kemenangan Anies dan PKS
“Ancaman itu menurun efektivitasnya hanya saja diyakini para pendukung Anies maupun Anies-PKS masih memungkinkan melakukan tindakan-tindakan yang terkait isu identitas dan SARA,” ujar Efriza
“Kemungkinan ini bisa terjadi karena para pendukung Anies meyakini hal itu masih menarik karena kemenangan Anies dan PKS ya karena narasi isu identitas agama,” imbuhnya.
Tetapi kemungkinan meredupnya isu ini tetap dapat terjadi jika Anies kemudian dipasangkan dengan Ahok meskipun hal itu merupakan suatu hal yang sulit.
Efriza juga mengungkapkan, jika Anies-Ahok dipasangkan maka masyarakat akan semakin meyakini jika isu identitas hanya ramai karena kepentingan politik jangka pendek untuk memenangkan jabatan dan bukan sebuah kesadaran tentang kepemimpinan kalangan Islam. (Anniza Meina Purbowati)
Baca juga: Ahok: Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Lebih Menari daripada Internet Gratis Ganjar
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>
Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>
Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
Partai Pengusung: Faktanya Duet Ridwan-Suswono Tidak Menarik di Pilkada Jakarta 2024 |
![]() |
---|
Pilkada Jakarta 2024: Elektabilitas Dharma Pongrekun-Kun Wardana Disebut Naik Dua Kali Lipat |
![]() |
---|
Dharma Pongrekun Debat dengan Ridwan Kamil: Pandemi Covid-19 adalah Agenda Asing |
![]() |
---|
Ambisi Gerindra Menangkan Ridwan Kamil Satu Putaran di Pilkada Jakarta 2024 |
![]() |
---|
Pilkada Jakarta 2024: Ridwan Kamil Janji No Drama Kerja untuk Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.