Rangkuman Materi
Rangkuman Materi Bab 3 IPAS Kelas 10 SMA, tentang Mengatasi Stunting
Materi Bab 3 Buku IPAS untuk SMA Sederajat Kelas 10, tentang Mengembangkan Teknologi Pertanian dan Pangan untuk Mengatasi Stunting.
Jumlah penderita stunting Indonesia pada tahun 2021 adalah kedua terbanyak di kawasan Asia Tenggara, yaitu sebesar 24 persen.
Kementerian kesehatan mencatat satu dari tiga bayi yang dilahirkan mengalami stunting. Pada tahun 2022, menurut Ali (2023), pada tahun 2022 angka stunting di Indonesia turun menjadi 21,6%.
Ini berarti tingkat penderita stunting di Indonesia masih tinggi.
Berikut ini ciri-ciri stunting yang ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia:
- Adanya keterlambatan pertumbuhan anak
- Anak mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan
kesulitan dalam belajar - Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga lebih mudah sakit, terutama penyakit akibat infeksi.
B. Stunting di Sekitar Kita
Berikut ini ciri-ciri stunting pada anak:
- Pertumbuhan melambat, tinggi badan di bawah anak seusianya
- Berat badan sulit bertambah
- Pertumbuhan gigi terhambat
- Wajah tampak lebih muda dari usianya
- Perkembangan kognitif dan motoriknya terhambat
- Memiliki gangguan berbicara
- Sistem kekebalan tubuh rendah
- Usia 8-10 anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan eye contact
Stunting dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif dan motorik anak.
Anak yang menderita stunting cenderung memiliki prestasi yang rendah, dan keterlambatan motorik seperti bergerak, merespon, meraih benda, memegang, berbicara, sedikit kosakata, dan kurang fokus.
Stunting tidak hanya menyebabkan terhambatnya pertumbuhan badan, tetapi juga berdampak serius terhadap perkembangan motorik dan kecerdasan anak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), stunting disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Faktor lingkungan yang dapat mempertinggi risiko stunting:
- Gizi ibu selama hamil
- Pola pemberian makan pada anak
- Kebersihan lingkungan
- Angka kejadian infeksi pada anak.
Stunting merupakan kondisi permanen, tidak dapat disembuhkan.
C. Solusi Mengatasi Stunting
Stunting tidak dapat disembuhkan, tetapi stunting dapat dicegah.
Pencegahan stunting dilakukan sejak masa kehamilan. Asupan gizi yang cukup pada ibu hamil dapat mencegah
terjadinya stunting pada bayi.
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Teks Eksplanasi dalam Pidato |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Teks Eksplanasi |
|
|---|
| Rangkuman Materi Mapel Informatika Kelas 9 SMP Bab 1A tentang Struktur Data Tree |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Diskusi |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Fakta, Asumsi, dan Opini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Rangkuman-Materi-Bab-3-IPAS-Kelas-10-SMA-tentang-Stunting.jpg)