Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Kubu Harris Tanggapi Serangan Rasis Trump: Tidak Masuk Akal, Dia Menghina

Kubu Wakil Presiden Kamala Harris menyebut serangan ras Donald Trump terhadap dirinya adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris dan suaminya Doug Emhoff. Dalam sebuah wawancara pada hari Rabu 31 Juli 2024, Trump mengeklaim Harris yang menikah dengan seorang pria Yahudi tapi tidak menyukai orang Yahudi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Kubu Wakil Presiden Kamala Harris menyebut serangan ras Donald Trump terhadap dirinya adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Kritikan pun dituai Trump setelah menyebut Harris kulit hitam dan keturunan India-Amerika.

Saat tanya jawab Trump dengan jurnalis kuli hitam, satu sumber yang mengetahui pemikiran kampanye tersebut mengatakan kepada NBC News bahwa Trump benar-benar tidak waras.

Dia menambahkan Trump tidak bisa menahan diri.

Yamiche Alcindor dan Gabe Gutierrez dari NBC News melaporkan, sumber tersebut mengatakan komentar Trump bahwa Harris tidak mengklaim dirinya berkulit hitam sangat menghina dan menjijikkan.

Sumber kedua yang dekat dengan Harris mengatakan bahwa wakil presiden selalu tahu siapa dia. Dan Trump selalu menjalankan jati dirinya dan terus melakukannya hingga kini.

Sumber ketiga yang dekat dengan Harris mengatakan komentar Trump hanya kebohongan dan mudah dibantah.

Ajudan Harris lainnya juga mengatakan kepada NBC News bahwa acara tersebut merupakan bencana besar bagi Trump.

Ketika ditanya tentang komentar Trump bahwa Harris menjadi orang kulit hitam, sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre tertawa dan berkata itu menghina.

Selama penampilannya di NABJ, Trump ditanya tentang komentar beberapa sekutunya yang menyebut Harris. "Saya tidak tahu (Harris) berkulit hitam sampai beberapa tahun lalu ketika dia berubah menjadi orang kulit hitam dan sekarang ingin dikenal sebagai orang kulit hitam," jawab Trump.

"Saya menghormati keduanya, tetapi dia jelas tidak menghormatinya karena dia adalah orang India sejak awal dan kemudian tiba-tiba, dia berubah dan menjadi orang kulit hitam. Seseorang juga harus memperhatikan hal itu," katanya.

Jean-Pierre mengatakan tidak seorang pun berhak memberi tahu seseorang siapa mereka, bagaimana mereka mengidentifikasi diri. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved