Breaking News
Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Paris 2024

Apakah Usia Memengaruhi Performa Atlet? Ini Usia Berapa Atlet saat Mencapai Performa Maksimalnya

Tidak sedikit dari atlet tersebut yang gigih berlatih untuk memperoleh medali atau hanya sekadar untuk bisa tampil dalam ajang empat tahunan tersebut.

Tayang:
NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as/Canon Indonesia/via Kompas.com
Apakah Usia Memengaruhi Performa Atlet? Ini Usia Berapa Atlet saat Mencapai Performa Maksimalnya 

Penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi mencapai puncaknya pada usia 24 tahun dan menurun sekitar empat hingga 10 milidetik setiap tahun, setidaknya pada non-atlet.

Dalam balapan, reaksi seseorang yang berusia 34 tahun bisa lebih lambat hingga 100 milidetik dibandingkan satu dekade sebelumnya. Hal itu bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Penurunan itu berasal dari perubahan pada serabut saraf yang memperlambat kecepatan penyampaian sinyal.

Olahraga dinamis

Pada cabang olahraga dinamis seperti gimnastik atau senam, atlet-atlet muda jauh lebih unggul karena semakin bertambah usia, makin turun kelenturan tubuh manusia.

"Tubuh mungkin bisa diperkuat, tetapi tidak cukup lentur. Penurunan fleksibilitas ini sebagian terkait dengan hilangnya elastisitas dan air dalam tendon, serta peningkatan kekakuan pada persendian," papar Palmer.

Dalam penelitian di The Journal of Human Sport and Exercise yang membandingkan performa puncak di Olimpiade London 2021, disebutkan bahwa rata-rata atlet gimnastik putra mencapai puncak kesuksesan di usia 24 tahun, sedangkan pada putri usia 19 tahun.

Perbedaan antara atlet putra dan putri itu menunjukkan perbedaan pada fisiologi dan laju maturasi, selain juga perbedaan pada jenis lomba yang mereka ikuti.

Namun, dalam cabang senam putri, zaman telah berubah. Secara historis, cabang olahraga senam Olimpiade menampilkan atlet-atlet seperti Nadia Comaneci dan Dominique Moceanu, yang keduanya berusia 14 tahun saat memenangkan medali emas masing-masing.

Para pesenam ini melambangkan dogma "makin muda, makin baik" dalam senam wanita saat itu — idenya adalah bahwa gadis-gadis muda lebih fleksibel daripada atlet yang lebih tua dan tidak terkekang oleh perubahan fisik yang disebabkan oleh pubertas.

Mereka juga dianggap lebih berani, sebab keberanian dibutuhkan dalam olahraga yang berisiko tinggi terhadap cedera.

Lalu, di Olimpiade Tokyo, rata-rata pesenam Amerika berusia 21 tahun, dan "Ratu Senam" Simone Biles tahun ini meraih medali emas di usia 27 tahun.

Alasan untuk peningkatan usia ini beragam, termasuk bahwa usia minimum untuk berkompetisi sekarang adalah 16 tahun.

Selain itu, latihan dan metode pemulihan pesenam telah menjadi lebih ilmiah. Misalnya, tim Inggris Raya mempekerjakan seorang ilmuwan yang melacak tingkat kematangan pesenam, hingga menghitung tinggi badan mereka saat dewasa, sehingga pelatih dapat membantu membimbing atlet dengan aman melalui percepatan pertumbuhan.

Secara umum, atlet dibimbing dengan lebih baik daripada sebelumnya, yang menghasilkan karier yang lebih berkelanjutan.

Lomba keterampilan dan target

Pada cabang olahraga yang memiliki unsur keterampilan tinggi, dengan sedikit penekanan pada atribut fisik, atlet yang lebih tua biasanya unggul.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved