Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Tren Harris Ambil Posisi Biden, Peluang Trump?

Presiden Joe Biden mengundurkan diri. Partai Demokrat segera memilih Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon mereka yang baru.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris dan Donald Trump. Presiden Joe Biden mengundurkan diri. Partai Demokrat segera memilih Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon mereka yang baru. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Kurang dari 100 hari Amerika Serikat menggelar pemungutan suara Pilpres 2024.

Presiden Joe Biden mengundurkan diri. Partai Demokrat segera memilih Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon mereka yang baru.

Saingannya dari Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, kembali berkampanye setelah selamat dari percobaan pembunuhan awal bulan ini.

Jadi, apa yang dikatakan jajak pendapat terbaru? Berikut adalah empat tren utama yang muncul sejak Harris menggantikan Biden di posisi teratas.

Harris imbang dengan Trump secara nasional. Jajak pendapat Yahoo News/YouGov terbaru — yang dilakukan saat Biden hampir mengakhiri kampanyenya — merupakan salah satu jajak pendapat pertama yang menguji Harris vs Trump di lingkungan baru ini.

Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa keduanya imbang secara nasional dengan 46 persen di antara pemilih terdaftar.

Andrew Romano dari Yahoo menjelaskan, survei Yahoo News/YouGov sebelumnya, yang dilakukan setelah penampilan Biden yang mengecewakan dalam debat pada 27 Juni, menempatkan Harris (45 persen) 2 poin di belakang Trump (47 persen).

Biden juga tertinggal 2 poin dari Trump dalam survei tersebut.

Jajak pendapat nasional berikutnya telah mengonfirmasi temuan awal Yahoo News, bahwa Harris membalikkan kemunduran Biden dan menyamakan kedudukan dengan Trump.

Survei New York Times/Siena College, misalnya, menunjukkan Trump mengungguli Biden di antara calon pemilih dengan selisih 6 poin setelah debat, 49 persen berbanding 43 persen.

Sekarang Harris berada di angka 47 persen dan Trump di 48 persen.

Rata-rata, Harris memperoleh beberapa poin lebih baik daripada Biden — sementara angka Trump tetap sama. Hasilnya adalah persaingan yang lebih ketat.

Jajak pendapat di negara bagian yang menjadi penentu lebih penting daripada jajak pendapat nasional; jalur menuju 270 suara elektoral melewati Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Arizona, Nevada, Georgia, dan North Carolina.

Namun, metode ini juga lebih sulit dilakukan dan cenderung membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, angka baru sulit diperoleh saat ini.

Namun, data yang muncul menunjukkan pola yang serupa dengan pola nasional: Harris sedang naik daun.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved