Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Dinamika Pilpres AS: Trump Bertahan di Tengah "Bulan Madu" Harris

Trump menikmati suasana riuh di Konvensi Nasional Partai Republik setelah kasus percobaan pembunuhan di Pennsylvania. Minggu ini, "bulan madu" Harris.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kamala Harris. Trump menikmati suasana riuh di Konvensi Nasional Partai Republik setelah kasus percobaan pembunuhan di Pennsylvania. Minggu ini, "bulan madu" Harris. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Pekan sebelumnya, Donald Trump sangat percaya diri di pusat jagat politik Amerika Serikat.

Trump menikmati suasana riuh di Konvensi Nasional Partai Republik setelah kasus percobaan pembunuhan di Pennsylvania.

Minggu ini, Demokrat yang sedang mengalami masa keemasan bersejarah. Wakil Presiden Kamala Harris meraih rekor penggalangan dana.

Peningkatan awal dalam sejumlah jajak pendapat, dan akar rumput yang terus berkembang. Ini adalah "bulan madu" Harris, tapi Tim kampanye Trump bertaruh bahwa ini tidak akan bertahan lama.

Survei New York Times/Siena College yang dirilis hari Jumat 26 Juli 2024 mendapati Harris tertinggal dari Trump hanya dengan 1 poin persentase di antara kemungkinan pemilih nasional, menutup selisih 6 poin yang dicatat Trump atas Presiden Joe Biden di awal Juli.

"Partai Demokrat dan (media arus utama) akan mencoba dan menggembar-gemborkan jajak pendapat ini sebagai bukti bahwa persaingan telah berubah. Namun, dasar-dasar persaingan tetap sama," tulis juru bicara Trump Tony Fabrizio dalam sebuah memo minggu ini di kutip Axios.

"Tidak lama lagi, 'bulan madu' Harris akan berakhir dan para pemilih akan kembali fokus pada perannya sebagai mitra dan kopilot Biden," prediksinya, seraya mengutip catatan pemerintahan terkait perbatasan dan inflasi.

Setelah berminggu-minggu terjadi perpecahan dan keputusasaan atas pencalonan Biden, konsolidasi cepat Demokrat di belakang Harris membuka jalan bagi pemilihan cepat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah AS.

Antara hari Senin dan Rabu, kampanye Harris telah mengumpulkan dana sebesar 126 juta dolar — sebagian besar berasal dari donatur kecil yang menyumbang untuk pertama kalinya — dan mendaftarkan lebih dari 100.000 relawan.

Para donatur besar Demokrat yang sebelumnya memunggungi Biden tiba-tiba bersemangat, bergegas menyelenggarakan penggalangan dana mewah dan menulis cek dalam jumlah besar untuk Harris dan berbagai tujuan Demokrat lainnya.

"Itulah pertama kalinya kami memiliki momen seperti Obama, suatu perasaan yang murni dan baik, dan orang-orang melakukan hal-hal yang lebih besar daripada diri mereka sendiri," kata pengumpul dana Silicon Valley Steve Spinner kepada New York Times.

Di Wisconsin pada hari Rabu, ia mengadakan rapat umum kampanye terbesar yang pernah ada , menurut manajer kampanye Jen O'Malley Dillon.

Di Indianapolis pada hari Kami, Harris menyampaikan pidato di hadapan perkumpulan mahasiswi kulit hitam sebagai bagian dari upaya untuk menggerakkan kelompok demografi yang telah lama digambarkan sebagai "tulang punggung" Partai Demokrat.

Di Houston pada hari Jumat, pidato Harris di hadapan Federasi Guru Amerika tertunda beberapa menit karena sorak sorai penonton yang tiada henti. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved