Breaking News
Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Survei Capres Republik: Mayoritas Pemilih Tak Terpengaruh Trump

Mayoritas atau 53 persen pemilih mengatakan reaksi Trump tidak berdampak pada pandangan mereka terhadapnya.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Mantan Presiden Donald Trump diamankan dalam insiden penembakan di Pennsylvania, Sabtu 13 Juli 2024. mayoritas atau 53 persen pemilih mengatakan reaksi Trump tidak berdampak pada pandangan mereka terhadapnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Setelah percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump, mayoritas atau 53 persen pemilih mengatakan reaksi Trump tidak berdampak pada pandangan mereka terhadapnya.

Sementara 30 persen mengatakan reaksi itu membuat mereka berpikiran lebih baik terhadapnya dan 15 persen mengatakan reaksi itu membuat mereka berpikiran kurang baik terhadapnya.

Di antara para independen, 58 persen mengatakan hal itu tidak berdampak pada pandangan mereka terhadap Trump.

Sementara 30 persen mengatakan hal itu membuat mereka berpikir lebih baik tentangnya, dan 11 persen mengatakan hal itu membuat mereka berpikir kurang baik tentangnya.

Hampir separuh pemilih (49 persen) mengatakan pidato penerimaan Trump di Konvensi Nasional Partai Republik tidak memiliki pengaruh pada pandangan mereka terhadapnya.

Sementara 25 persen mengatakan pidato itu membuat mereka berpikir lebih baik tentangnya, dan 20 persen mengatakan pidato itu membuat mereka berpikir kurang baik tentangnya.

Setelah percobaan pembunuhan itu, mantan Presiden Trump menyerukan persatuan di negara itu. Jika ia terpilih sebagai presiden, 48 persen responden berpendapat Trump akan meningkatkan perpecahan di negara itu, sementara 42 persen berpendapat ia akan meningkatkan persatuan di negara itu.

"Mantan Presiden selamat dari percobaan pembunuhan dan memperoleh dukungan, namun setelah serangan, tidak ada kemajuan dalam upayanya untuk dipandang sebagai pemersatu,"
kata Analis Survei Universitas Quinnipiac Tim Malloy.

Cawapres Republik

Sebanyak 46 persen pemilih menganggap pilihan Donald Trump terhadap JD Vance sebagai calon wakil presidennya adalah pilihan yang baik, sementara 33 persen menganggapnya pilihan yang buruk dan 21 persen tidak memberikan pendapat.

Di kalangan Republik, 79 persen menganggap pilihan Trump merupakan pilihan yang baik, sementara 9 persen menganggapnya pilihan yang buruk dan 12 persen tidak memberikan pendapat.

Survei juga menemukan, sebagian besar pemilih (47 persen) berpendapat Direktur Dinas Rahasia harus mengundurkan diri atas penanganan upaya pembunuhan Trump, sementara 36 persen berpendapat dia tidak boleh mengundurkan diri dan 17 persen tidak memberikan pendapat.

Pemilih terbagi rata mengenai apakah harus ada larangan terhadap senapan AR-15 seperti yang digunakan dalam percobaan pembunuhan mantan Presiden Trump, dengan 47 persen mendukung larangan dan 47 persen menentang larangan.

Survei Universitas Quinnipiac melibatkan 1.257 pemilih terdaftar dari tanggal 19-21 Juli dengan margin kesalahan kurang lebih 2,8 poin persentase.

Survei tersebut melibatkan 542 pemilih Demokrat dan yang cenderung ke Demokrat dengan margin kesalahan kurang lebih 4,2 poin persentase. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved