Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Sulawesi Utara

Harga Cengkih Turun Drastis Petani Minahasa Sulut Menjerit Minta Tolong Pemerintah Cari Jalan Keluar

Bukannya senang karena mendapatkan uang, justru petani cengkeh kecewa. Pasalnya harga cengkih turun drastis saat panen raya ini.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Indry Panigoro
Foto Rangga (Narasumber)
Harga Cengkih Turun Drastis Petani Minahasa Sulut Menjerit 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) jelang Pilkada disibukkan dengan panen cengkih.

Di Sulut penan raya cengkih ini sudah berlangsung sejak bulan lalu.

Saat panen cengkih, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti akan memegang uang.

Bukannya senang karena mendapatkan uang, justru petani cengkeh kecewa.

Pasalnya harga cengkih turun drastis saat panen raya ini.

Hal itu membuat petani cengkih di Tondano Pante, Kebupaten Minahasa, Sulut kecewa berat.

"Harganya tidak sesuai dengan ekspektasi jauh dari kata untung," ujar Rangga,  Sabtu (20/7/2024).

Kata Rangga mereka justru rugi harga cengkih terus turun saat ini.

"Sebelumnya per liter cengkih mantah Rp 20 ribu kini turun Rp 15 ribu saja.

Kami rugi karena harus sewa buruh untuk naik cengkih dan terus harganya tidak sesuai seperti ini," jelasnya

Ia menjelaskan sedangkan cengkih kering saat di Manado hanya dibeli Rp 90 ribu per kilogram.

"Itupun katanya akan terus turun, padahal sebelumnya harganya sempat naik Rp 135 ribu per kilogram," ungkapnya.

Para petani beharap pemerintah bisa mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi saat ini.

"Tolong pemerintah cari jalan keluar jangan nanya sibuk Pilkada tapi nasib kami hanya dibiarkan begitu saja," pungkasnya.


Foto Rangga:Harga Cengkih Turun Drastis Petani Minahasa Sulut Menjerit

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved