Harga Cengkih di Sulut
Terungkap Penyebab Harga Cengkih di Sulawesi Utara Terus Merosot
Petani cengkih di Sulawesi Utara kini tengah menghadapi masa-masa sulit akibat harga cengkih yang terus mengalami penurunan.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Petani cengkih di Sulawesi Utara kini tengah menghadapi masa-masa sulit akibat harga cengkih yang terus mengalami penurunan.
Di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, harga cengkih yang sebelumnya mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Kini harga jualnya hanya Rp 80 ribu per kilogram.
Bahkan penurunan harga ini terjadi setiap hari dan menambah kekhawatiran bagi para petani.
Melati, seorang pembeli cengkih asal Tagulandang Sitaro, mengungkapkan salah satu penyebab utama penurunan harga adalah panen raya yang menghasilkan produk dalam jumlah besar.
"Makanya harga turun," kata Melati melalui sambungan telepon pada Jumat (19/7/2024).
Kondisi ini diperparah dengan sedikitnya jumlah pembeli di daerah tersebut.
Dia katakan, beberapa pembeli bahkan sudah tidak lagi menerima pembelian cengkih karena sudah mencapai batas.
"Seperti itulah bisnis," ujar Melati.
Meski demikian, ia tetap berharap agar para petani dan penjual dapat memahami situasi ini.
"Situasi saat ini sangat sulit," tambahnya.
Tidak hanya di Kabupaten Siau, harga cengkih di Kota Manado juga mengalami penurunan.
Dari sebelumnya Rp 91 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 88 ribu per kilogram.
Penurunan harga cengkih yang signifikan ini memberikan dampak besar bagi perekonomian para petani di Sulawesi Utara. (Pet)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.