Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penyakit Antraks di Gorontalo

Ramai Isu Penyakit Antraks di Gorontalo hingga Picu Kekhawatiran Warga, Balai Karantina Buka Suara

Surat Edaran (SE) Nomor 8 tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), telah berdampak meresahkan masyarakat Gorontalo.

TribunGorontalo.com/Herjianto
Potret pasar hewan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (17/7/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tengah ramai isu Isu Penyakit Antraks di Gorontalo.

Dimana Surat Edaran (SE) Nomor 8 tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), telah berdampak meresahkan masyarakat Gorontalo.

SE tersebut dinilai merugikan provinsi Gorontalo yang selama ini menjadi pemasok sapi secara rutin ke wilayah Pulau Kalimantan antara lain balikpapan dan tarakan, bahkan juga ke wilayah Sulewesi Tengah maupun Sulawesi Utara. 

Sebelumnya Isu mengenai penyakit antraks di Gorontalo telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Baca juga: Dari Semua Kandidat Calon di Pilkada Bitung Sulut Baru Maurits Mantiri yang Pegang Surat Penugasan

Lantas isu itu langsung dibantah oleh Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Gorontalo.

Pihaknya memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada temuan kasus antraks di daerah tersebut.

"Terakhir ada kasus pada tahun 2020, dan sejak itu sampai sekarang tidak ada temuan kasus," ungkap Laras Istian Widodo, Dokter Hewan Karantina Muda BKHIT Gorontalo, pada Rabu (17/7/2024).

Laras menjelaskan bahwa kewenangan BKHIT meliputi pengawasan ekspor ternak melalui jalur laut dan udara.

"Selama kami melakukan pemeriksaan, tidak ada temuan antraks di Gorontalo," tukasnya dengan tegas.

Sebagai tambahan informasi, sejak dua tahun terakhir, tidak ada suplai ternak melalui jalur laut antara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Hal ini turut mendukung pernyataan BKHIT mengenai tidak adanya kasus antraks yang terdeteksi.

Meski begitu, Laras menjelaskan kondisi fisik ternak yang terindikasi mengidap antraks.

"Gejalanya termasuk keluarnya darah dari lubang alami dan kematian mendadak," bebernya, memberikan gambaran yang jelas tentang tanda-tanda klinis penyakit ini.

Antraks, atau anthrax, adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, sebagaimana dikutip dari TribunNews.com.

Penyakit ini umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, dan domba, dan dapat menular ke manusia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved