Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada DKI Jakarta

Hasil Survey Calon Gubernur DKI Jakarta, Mengejutkan Kaesang Pangarep Dapat Rendah

Elektabilitas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep hanya 1 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.

Editor: Alpen Martinus
Tribunnews.com Rahmat W Nugraha
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Putra Presiden Joko Widodo jadi sorotan jelang Pilkada 2024. Nama Kaesang masuk bursa calon gubernur di Jawa Tengah dan Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cukup mengejutkan, saat Kaesang Pangarep hanya mendapatkan satu persen hasil survey untuk Calon Gubernur DKI.

Itu artinya, ia harus bekerja keras agar elektabilitasnya naik.

Golkar diketahui sudah mengusung Kaesang Pangarep sebagai Cagub DKI.

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Sinyal Kaesang Pangarep Maju Pilkada Jakarta 2024 Semakin Kuat

Sementara paling teratas adalah mantan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ahok.

Mereka berpeluang kembali mencalonkan diri di Pilkada DKI.

Mereka akan menjadi lawan yang cukup kuat bagi Kaesang Pangarep.

Apalagi Kaesang Pangarep adalah pemain baru di dunia politikl tanah air.

Elektabilitas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep hanya 1 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.

Padahal sebelumnya Kaesang digadang-gadang berpeluang maju menjadi calon pemimpin DKI 01.

Elektabilitas Kaesang ini terpaut sangat jauh dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menunjukkan hasil perhitungan sebesar 29.8 persen.

Sementara itu di bawah Anies, ada nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan perhitungan suara sebesar 20 persen.

Selain ketiga nama tersebut, nama Ridwan Kamil juga masuk.

Lalu juga ada Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga mantan Panglima TNI Andika Perkasa.

Berikut hasil perhitungan suara dari lembaga survei Litbang Kompas untuk Pilgub DKI Jakarta 2024.

Litbang Kompas

Anies Baswedan: 29.8 persen
Basuki Tjahaja Purnama: 20 persen
Ridwan Kamil: 8,5 persen
Baca juga: Wakil Ketua Umum PAN Nilai Jokowi Beri Kebebasan Politik Bagi Kaesang Terkait Pilkada 2024

Erick Thohir: 2,3 persen
Sri Mulyani: 1,3 persen
Kaesang Pangarep: 1 persen

Tri Rismaharini: 1 persen
Andika Perkasa: 1 persen
Heru Budi Hartono: 1 persen
Nama lainnya: 4,3 persen.

Berdasarkan survei Litbang Kompas, sebanyak 30 persen responden memberikan jawaban tidak tahu.

Sehingga peluang peningkatan suara masih sangat terbuka.

Perlu diingat perhitungan suara ini adalah simulasi dari perhitungan suara apabila Pilkada DKI Jakarta 2024 digelar pada 15 hingga 20 Juni 2024.

Respons Golkar Kaesang 1 Persen

Menanggapi survei itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto hanya memberikan tanggapan santai.

Menurut Airlangga, survei tersebut dilakukan sebelum Kaesang resmi diusung di Pilkada Jakarta.

Sehingga, benar jika elektabilitasnya rendah.

Namun, Airlangga percaya, saat Kaesang resmi diusung KIM, maka Kaesang akan mendapatkan peningkatan perolehan elektabilitas lebih tinggi.

"Itu kan surveinya belum peluncuran, mungkin sesudah meluncur akan lebih baik," kata Airlangga seusai acara deklarasi dukungan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Terlebih, kata Menko Perekonomian RI itu, Kaesang masih belum menentukan akan maju di Pilkada Jakarta 2024 atau tidak.

Menurutnya, Kaesang masih punya waktu satu bulan untuk menentukan pilihan.

"Keputusan tentu masih satu bulan lagi, kita masih punya waktu dan keputusan kan 27 Agustus masih ada waktu, masih ada waktu mempersiapkan," jelas Airlangga.

Kaesang Kalah Telak

Lepas dari hasil survei tersebut, pengamat politik Ray Rangkuti sebelumnya telah menyoroti langkah Partai Golkar mengusung Kaesang di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Menurutnya, Kaesang akan kalah telak jika ingin bertarung dengan Anies Baswedan.

Mengingat, sosok Anies Baswedan yang merupakan petahana masih memiliki peluang kemenangan yang besar di Jakarta.

"Akan sulit mendorong Kaesang maju tanpa figur yang mentereng mendampinginya. Secara matematik, akan kalah telak," kata Ray, Selasa (16/7/2024).

Jika akhirnya Kaesang tidak maju, lanjut Ray, besar kemungkinan hanya ada dua pasangan di Jakarta, yakni Anies vs non Anies. 

"Peluang Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk memajukan sendiri kader dari mereka sangat sulit."

"Rasanya hal itu hanya buang-buang energi, dana dan waktu," ungkap Ray.

Menurutnya, Golkar bersama KIM harus benar-benar mempertimbangkan siapa lawan yang pantas untuk bertarung dengan Anies Baswedan.

"Pilihan rasionalnya hanyalah bergabung dengan koalisi Anies atau koalisi non Anies. Artinya, KIM bisa beda jalan di Jakarta," ungkap Ray.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Muhamad Deni Setiawan/Ibriza Fasti Ifhami/Igman Ibrahim)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved