Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Harris Sebut Vance Akan Jadi "Stempel Karet" Donald Trump

Persaingan calon wakil presiden Kamala Harris versus JD Vance mulai memanas di Pilpres AS 2024.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Calon Wakil Presiden Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Cawapres JD Vance dari Partai Republik. Persaingan Harris versus Vance mulai memanas di Pilpres AS 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Persaingan calon wakil presiden Kamala Harris versus JD Vance mulai memanas di Pilpres AS 2024.

Wakil Presiden Harris menyerang Senator Vance dari Ohio dalam sebuah video yang dipublikasikan pada hari Rabu 17 Juli 2024.

Harris memperingatkan bahwa calon wakil presiden dari Partai Republik tersebut akan menjadi “stempel karet” untuk sebuah “agenda ekstrem.”

Brett Samuels dari The Hill menjelaskan, Harris berbicara langsung ke kamera dalam video berdurasi 45 detik.

Dia mengkritik dukungan Vance terhadap pembatasan aborsi, kesediaannya untuk menolak hasil pemilu, dan potensi ancaman yang akan ditimbulkannya terhadap program seperti Medicare.

"Donald Trump telah memilih calon wakil presiden barunya JD Vance. Trump mencari seseorang yang dia tahu akan menjadi stempel karet bagi agenda ekstremnya," kata Harris dalam video tersebut.

"Jangan salah JD Vance akan setia hanya kepada Trump, bukan kepada negara kita."

Keputusan untuk mengerahkan Harris untuk menyerang Vance muncul saat senator tersebut bersiap menyampaikan pidato utama Rabu malam di Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee.

Vance akan secara resmi menerima pencalonan partai sebagai calon wakil presiden dan berbicara tentang latar belakangnya serta dukungannya terhadap mantan Presiden Trump, saat ia mempersiapkan diri untuk pertandingan ulang melawan Presiden Biden pada bulan November.

Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa ia telah memilih Vance sebagai calon wakil presidennya. Meskipun politisi Republik dari Ohio itu dulunya adalah pengkritik keras Trump, ia telah berkembang menjadi salah satu sekutu dan pembela Trump yang paling gigih dan telah menyuarakan pandangan kebijakannya tentang perdagangan dan kebijakan luar negeri. Ia juga dipandang sebagai komunikator yang kuat dan wajah masa depan partai.

Harris dan Vance berbicara melalui telepon pada hari Selasa dan melakukan percakapan yang "singkat dan penuh rasa hormat", kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut. Harris menghubunginya pada hari Senin, dan keduanya terhubung keesokan harinya.

CBS News diperkirakan akan menyelenggarakan debat calon wakil presiden pada tanggal 13 Agustus. Kedua belah pihak telah menyatakan minatnya untuk hadir. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved