Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Unsrat Manado

Mahasiswa PKM RSH Unsrat Riset Khasiat Bakera Pengobatan Tradisional di Desa Toraget Minahasa Sulut

Bakera adalah mandi uap dengan berbagai tanaman herbal yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk masa nifas.

|
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
HO
Mahasiswa PKM RSH Unsrat Riset Khasiat Bakera Pengobatan Tradisional di Desa Toraget Minahasa. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengobatan tradisional telah menjadi bagian integral dari sejarah kesehatan masyarakat sejak zaman dahulu, diwarisi dan dikembangkan sesuai dengan kebudayaan yang beragam di berbagai daerah. 

Di sulawesi Utara terdapat sebuah pengobatan tradisional yang masih dilestarikan hingga kini yang dikenal dengan Bakera. 

Bakera adalah mandi uap dengan berbagai tanaman herbal yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk masa nifas.

Bakera telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Utara sejak lama. 

Pengobatan ini dilakukan secara turun temurun oleh ibu-ibu setelah melahirkan dan dianggap sangat efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

Terkait itu, mahasiswa yang merupakan Tim PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora) Universitas Sam Ratulangi mengadakan riset dengan judul “Bakera: Potensi Pengobatan Ibu Pasca Melahirkan Berbasis Culture Khas Etnis Minahasa Melalui Studi Etnomedisin di Desa Toraget Kabupaten Minahasa”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi dari pengobatan tradisional Bakera.

Tim PKM-RSH Unsrat yang terdiri dari Utari Sembiring, Clarissa E S Kusnaedi, Krisma Naomi Shinta, Abimanyu Rangga Wijaya, dan Jeri Muchsin dibawah bimbingan dr. Irny Evita Maino, M kes, turun langsung ke Desa Toraget untuk melakukan pengambilan data dengan melakukan wawancara dengan pemerintah setempat, tenaga kesehatan, penyehat tradisional, dan ibu-ibu pengguna Bakera.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Utari dan kawan-kawan ditemukan bahwa Bakera sebagai metode pengobatan tradisional, merupakan bagian integral dari sejarah kesehatan masyarakat dengan penggunaan obat-obatan turun-temurun sesuai adat dan kepercayaan lokal. 

Meskipun dianggap efektif bagi ibu pasca melahirkan di Desa Toraget, praktik ini mencerminkan kekayaan budaya dan kesesuaian dengan nilai-nilai komunitas, meskipun penggunaannya mulai jarang di lingkungan medis modern.

Abimanyu Rangga Wijaya mengatakan pengobatan tradisional mandi uap Bakera di Desa Toraget dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya yang kaya. 

Para ibu melihat Bakera bukan hanya sebagai pengobatan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

"Bakera di Desa Toraget, bukan sekadar tradisi turun-temurun tetapi nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, dipandang sebagai cara yang efektif untuk merawat ibu pasca melahirkan.

Meskipun belum didukung sepenuhnya oleh bukti ilmiah, Bakera diyakini memberikan manfaat signifikan seperti merasa segar dan mengatasi kelelahan fisik," ujar Abimanyu, Kamis (11/7/2024).

Kata Abimanyu tradisi ini juga diyakini mampu mencegah kondisi seperti anemia, yang dikenal dengan istilah lokal "nae darah putih". 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved