Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres Iran

Profil Masoud Pezeshkian, Dokter Bedah Jadi Presiden Iran, Sosok Moderat dan Berpikiran Reformatif

Masoud Pezeshkian terpilih setelah mengalahkan pesaingnya dari partai konservatif, Saeed Jalili dalam pemilu yang digelar pada Jumat (5/7/2024).

Kolase Tribun Manado/Istimewa
Profil Masoud Pezeshkian, Dokter Bedah Jadi Presiden Iran, Sosok Moderat dan Berpikiran Reformatif 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak Profil Masoud Pezeshkian.

Masoud Pezeshkian merupakan Presiden terpilih Iran.

Ia terpilih setelah mengalahkan pesaingnya dari partai konservatif, Saeed Jalili dalam pemilu yang digelar pada Jumat (5/7/2024).

Baca juga: Sabda Fabrizio Romano, Striker Bologna Joshua Zirkzee Merapat ke Man United, AC Milan Gigit Jari

Masoud Pezeshkian adalah satu dari enam kandidat yang disetujui Dewan Wali Iran untuk mencalonkan diri sebagai presiden setelah, Presiden Ebrahim Raisi meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024.

Pezeshkian mendapat sekitar 42,5 persen suara pada pemilu putaran pertama, Jumat (28/6/2024).

Namun, dia gagal memperoleh lebih dari 50 persen suara, sehingga pemilu dilanjutkan putaran kedua pada Jumat (5/7/2024).

Dia melawan Saeed Jalili yang memperoleh sekitar 38,7 persen suara.

Hasil pemungutan suara menyatakan Pezeshkian memenangkan pemilu setelah memperoleh hampir 16,4 juta suara, mengungguli Jalili yang meraup sekitar 13,5 juta suara.

Lantas, siapa sebenarnya Masoud Pezehkhian?

Profil Masoud Pezeshkian

Masoud Pezeshkian merupakan seorang dokter ahli bedah jantung dan politikus reformis Iran.

Pria kelahiran Mahabad ini mendapatkan gelar dokternya setelah menyelesaikan studi di Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz dan Universitas Ilmu Kedokteran Iran.

Pezeshkian pernah ditugaskan untuk mengerahkan tim medis ke garis depan dalam perang Iran-Irak pada 1980-an atau dikenal dengan Perang Teluk, dilansir dari Reuters, Minggu (7/7/2024).

Pada 1994, dia kehilangan istri dan salah seorang anaknya dalam sebuah kecelakaan mobil Pezehkian pun membesarkan ketiga anaknya sendirian tanpa menikah lagi.

Namanya mulai dikenal publik ketika ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran dalam kabinet kedua Presiden Mohammad Khatami pada 2001-2005.

Dia lalu meraih kursi sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Islam Iran sejak 2008, mewakili daerah pemilihan Tabriz, Osku, dan Azarshahr.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved