Rangkuman Materi
Rangkuman Materi IPS Kelas 10 SMA Bab 1 D tentang Kajian Geografi, Kurikulum Merdeka
Rangkuman materi tentang Kajian Geografi. Bab 1 Buku IPS SMA dengan tema Menjelajah Ilmu Pengetahuan Sosial, bagian D.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS) untuk SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka.
Dalam artikel ini kami sajikan ringkasan materi IPS Kelas 10 SMA tentang Kajian Geografi.
Materi ini dibahas dalam Bab 1 Buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Sederajat dengan tema Menjelajah Ilmu Pengetahuan Sosial, bagian D.
Buku ini diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI 2023 dan diunggah secara daring di buku.kemdikbud.go.id.
Simak rangkuman materi tentang Kajian Geografi selengkapnya.
Bab 1 tentang Menjelajah Ilmu Pengetahuan Sosial
D. Kajian Geografi
Pengetahuan manusia tentang alam lingkungan di tempat tempat tertentu, termasuk perbedaan dan persamaannya, dapat dikatakan sebagai pengetahuan geografis.
1. Perkembangan Ilmu Geografi
Geografi muncul sejak abad ke-300 SM ketika bangsa Yunani melalui Eratosthenes, memperkenalkan geografi sebagai gambaran atau tulisan permukaan bumi (Maryani, 2006).
Secara etimologis, kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo yang berarti ‘bumi’ dan graphien yang berarti ‘lukisan’.
Geografi secara ringkas dapat dipahami sebagai ilmu yang menggambarkan tentang bumi.
Tokoh-tokoh yang berperan dalam mengembangkakn ilmu Geografi di antaranya Aristoteles, Strabo, Ptolemeus, dan Herodotus.
Ptolomeus adalah orang yang pertama kali mengenalkan peta.
Sejarah Perkembangan Geografi
- Pada awal abad ke-2M, Ptolomeus mengenalkan peta dunia.
- Pada awal Abad Pertengahan, Ibnu Batutah melalui karyanya mendeskripsikan bentang alam dan budaya berbagai tempat selama perjalanannya keliling Asia dan Afrika.
- Pada akhir Abad Pertengahan, Marco Polo, penjelajah Italia, mendokumentaasikan perjalanannya ke Asia sampai Tiongkok yang memantik minat Eropa terhadap Geografi.
- Carl Ritter (1779-1859) dan Alexander van Humboldt (1769-1859, melalui berbahai karyanya menulis dasar-dasar ilmu Geografi yang sistematis sehingga dianggap sebagai peletak dasar ilmu Geografi modern.
- Perkembangan Geografi sejalan dengan berbagai penemuan teknologi seperti fotografi udara, sensor jarak, dan satelit yang membantu pemahaman manusia tentang peta, penginderaan jauh, serta sistem informasi geografis (SIG).
2. Objek dan Pendekatan Geografi
Geografi memiliki dua objek studi, yaitu objek material dan objek formal.
a. Objek Material Geografi
Objek material geografi merupakan sasaran atau hal pokok yang dipelajari geografi, yaitu fenomena geosfer.
Fenomena Geosfer
- Atmosfer adalah selubung gas atau lapisan udara yang terdapat di sekitar kita.
- Litosfer adalah lapisan batuan yang menyusun kulit bumi. Contohnya, lapisan tanah, dataran tinggi, dan dataran rendah.
- Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi. Contohnya, sungai, laut, serta perairan di darat lainnya.
- Biosfer adalah lapisan kehidupan, yaitu lora fauna, ekosistem serta interaksi di dalamnya.
- Antroposfer adalah lapisan manusia serta berbagai aspek kehidupannya.
b. Objek Formal Geografi
Objek formal geografi merupakan cara atau metode untuk mempelajari berbagai fenomena geografi. Terdapat tiga pendekatan dalam objek formal, yaitu:
- Pendekatan keruangan (pendekatan spasial) mempelajari dan menganalisis persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang misalnya faktor lokasi, kondisi alam, kondisi air, kondisi udara,
dan lain sebagainya. - Pendekatan lingkungan (pendekatan ekologi) adalah cara pandang yang menganalisis interaksi makhluk hidup dan lingkungannya. Misalnya, manusia yang tinggal di pantai cenderung memiliki mata pencaharian yang dekat dengan laut seperti nelayan.
- Pendekatan kewilayahan (pendekatan kompleks wilayah) adalah pendekatan yang menggabungkan pendekatan keruangan dan pendekatan lingkungan. Contohnya, kasus banjir rob.
3. Geografi: Aspek, Konsep Dasar, dan Prinsip
a. Aspek Geografi
Terdapat dua aspek geografi yaitu, aspek isik dan aspek nonisik. Aspek fisik menekankan pada aspek nonmanusia sementara aspek nonisik menekankan pada aspek manusia.
Cakupan dari aspek fisik, yaitu topologi, abiotik, dan biotik seperti berikut.
- Topologi terkait dengan letak, luas, bentuk, dan batas suatu wilayah. Contohnya, informasi tentang Kabupaten Kepulauan Aru di atas.
- Biotik terkait dengan makhluk hidup, yaitu lora dan fauna. Misalnya, informasi tentang lora fauna endemik yang terdapat di suatu wilayah.
- Abiotik terkait dengan benda mati, yaitu kondisi tanah, air, dan udara. Misalnya informasi: cuaca dan iklim suatu wilayah.
Sementara cakupan dari aspek nonisik sebagai berikut.
- Aspek sosial terkait dengan kelompok sosial, lembaga sosial, dan norma sosial yang terdapat di suatu wilayah.
- Aspek budaya terkait dengan adat istiadat, bahasa, dan kesenian yang terdapat di suatu wilayah.
- Aspek ekonomi terkait dengan potensi ekonomi suatu wilayah.
- Aspek politik terkait dengan pemerintahan, partai politik di suatu wilayah.
b. Konsep Dasar Geografi
1. Lokasi: menjelaskan posisi atau letak objek dalam ruang.
Lokasi absolut adalah letak tempat berdasarkan garis astronomis, yaitu garis lintang dan garis bujur sehingga keberadaannya tetap dan tidak berpindah-pindah. Contohnya, letak astronomi Kabupaten Kepulauan Aru: antara 5° sampai 8° Lintang Selatan dan 133°5’ sampai 136°5’ Bujur Timur.
Lokasi relatif adalah letak geografis, yang posisinya berdasarkan kondisi dan situasi daerah di sekitarnya, dapat berubah sesuai sudut pandang penggunaannya. Contohnya, batas wilayah sebelah barat Kabupaten Kepulauan Aru adalah Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Lalu, sebelah selatannya adalah Laut Arafura
2. Jarak: menjelaskan jauh atau dekatnya suatu objek.
Jarak absolut adalah jarak yang dihitung berdasarkan satuan ukur, seperti, mil, meter, dan kilometer. Contohnya, jarak dari Kota Ambon ke Dobo (Kabupaten Kepulauan Aru) adalah 116 km.
Jarak relatif adalah jarak yang tidak pasti, tergantung rute, biaya dan pilihan moda transportasi yang digunakan. Contohnya, jarak dari Kota Ambon ke Dobo (Kabupaten Kepulauan Aru) berbeda jika menggunakan kapal laut dan pesawat.
3) Keterjangkauan: kemudahan untuk mengakses atau mencapai suatu objek/tempat.
4) Morfologi: menunjukkan bentuk muka bumi pada suatu objek, hasil dari tenaga endogen dan eksogen, seperti dataran rendah, dataran tinggi, pulau, dan pantai.
5) Aglomerasi: menunjukkan kondisi pengelompokan dan persebaran suatu objek.
6) Kegunaan: menjelaskan tentang manfaat dan kelebihan suatu wilayah bagi suatu makhluk.
7) Interaksi dan Interdependensi: hubungan timbal balik dan saling kebergantungan antara dua wilayah atau lebih.
8) Diferensiasi Area: menjelaskan karakteristik khas dari suatu wilayah yang membedakan dengan wilayah lain.
9) Keterkaitan Keruangan: menjelaskan tentang keterkaitan antarruang antara satu fenomena dan fenomena lainnya.
10) Pola: menjelaskan susunan, bentuk atau persebaran fenomena alam dan sosial.
c. Prinsip Geografi
Prinsip geografi merupakan fondasi untuk menganalisis dan mengungkap fenomena geografis di permukaan bumi.
1) Prinsip Persebaran: menjelaskan distribusi atau persebaran fenomena geosfer dan kondisi yang tidak merata di permukaan bumi.
2) Prinsip Interelasi: menjelaskan hubungan keterkaitan antara fenomena geosfer yang satu dan fenomena lainnya.
3) Prinsip Deskripsi: menggambarkan dan menjelaskan karakter khusus dari fenomena geosfer dalam bentuk peta, graik, tabel, diagram, dan kalimat.
4) Prinsip Korologi: menjelaskan fakta dan fenomena geografis dari sudut pandang persebaran, keterkaitan, dan interaksinya dalam suatu wilayah atau ruang.
Baca juga: Rangkuman Materi IPS Kelas 10 SMA Bab 1 C tentang Kajian Ilmu Sejarah
Baca juga: Rangkuman Materi IPS Kelas 10 SMA Bab 1 B tentang Kajian Ilmu Ekonomi
Baca juga: Rangkuman Materi IPS Kelas 10 SMA Bab 1 A tentang Kajian Sosiologi
Rangkuman Materi IPA Kelas 7, Pengaruh Pergerakan Bumi dan Benda Langit terhadap Kehidupan di Bumi |
![]() |
---|
Rangkuman Materi IPA Kelas 7 SMP, Bab 7 C tentang Perubahan Iklim Bumi yang Dipengaruhi Benda Langit |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9, tentang Makna Kemerdekaan Berpendapat Warga Negara |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9, Contoh Tradisi, Kearifan Lokal Budaya Indonesia |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9 SMP tentang Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.