Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Obor Pemuda GMIM, Renungan Sabtu 6 Juli 2024, Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu

Obor pemuda GMIM, renungan harian Sabtu 6 Juli 2024.Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Korintus 6:20.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
Obor Pemuda GMIM, Renungan Sabtu 6 Juli 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor pemuda GMIM, renungan harian Sabtu 6 Juli 2024.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Korintus 6:20.

Tema perenungan Muliakanlah Allah Dengan Tubuhmu.

Sobat obor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membuat banyak orang punya kecenderungan lebih memikirkan diri sendiri.

Pokoknya baik dan menguntungkan untuk diri sendiri dilakukan walaupun merugikan orang lain.

Terjadi perbedaan pendapat mengenai sesuatu dan kita tidak mau peduli dengan pendapat orang lain.

Yang penting apa yang kita lakukan baik, tidak merugikan orang lain, "pusing amat" pendapat orang lain.

Contoh, pakaian yang kita gunakan ke gereja. Menurut kita "fashionable" tapi bisa saja banyak orang tua mengganggap pakai yang kita gunakan ke gereja kurang sopan.

Ketika ditegur, kita tersinggung dan hati jadi panas; bahkan terkadang kita berdebat dan tidak mau mengalah. Dalam kasus ini kita Tidaklah salah tapi pada akhirnya menjadi"batu sandungan" bagi orang lain.

Sebenarnya situasi seperti ini sudah terjadi di kota Korintus. Bukan hanya terjadi dikalangan orang yang belum percaya tapi terjadi dikalangan orang percaya.

Mereka merasa benar, dan tidak mau peduli terhadap pandangan orang lain. Mereka mengutama diri sendiri.

Merasa nyaman dengan apa yang dilakukan tidak peduli pendapat orang. Diri ini merasa senang "peduli amat" dengan orang pendapat lain.

Jemaat Korintus merasa semua bebas dilakukan termasuk kebebasan melakukan dosa karena keselamatan yang dianugerahkan Kristus.

Tentu pemahaman dan pendapat ini perlu diluruskan. Dalam bagian bacaan kita ini Paulus menegur dengan keras jemaat yang menunjukan cara hidup seperti itu.

Sobat obor Kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.Kenyataan itu mendorong kita untuk muliakanlah Allah dengan Tubuh yang dianugerahkan Tuhan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved