Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Perilaku Janggal Andika Pegawai PT KAI Usai Bunuh Istrinya Sedang Hamil 2 Bulan, Malah Berbaring

Usai menghabisi istrinya, pelaku tiduran di kasur membiarkan jenazah istrinya bersimbah darah. 

Editor: Alpen Martinus
istimewa
ilustrasi pembunuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan di Jakarta Timur cukup mengejutkan dan bisa dibilang sangat gila.

Pasalnya korbannya adalah istrinya sendiri.

Tak hanya itu, sang istri ternyata sedang hamil anak kandungnya.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Psikologi Forensik Pegi Setiawan Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon, Punya IQ 78

Usia kehamilan sang istri baru dua bulan.

Tersangka adalah pegawai PT KAI.

Usai melakukan aksinya, ia seperti tak berperi kemanusiaan.

ia tega melihat sang istri bersimbah darah, namun  masih membiarkan istrinya tersebut.

Inilah sosok Andika Ahid Widianto, pegawai PT KAI bunuh istri hamil 2 bulan.

Usai menghabisi istrinya, pelaku tiduran di kasur membiarkan jenazah istrinya bersimbah darah. 

Anak pelaku juga ada di lokasi tersebut dan langsung diamankan.

Andika Ahid Widianto (26) tidak menunjukkan rasa penyesalan usai membunuh istrinya, Rizky Nur Arifahmawati (27) yang sedang hamil dua bulan.

Setelah membunuh istrinya pada unit kontrakan di Jalan Asoka 4, RT 07/RW 04, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Andika hanya berbaring di atas kasur.

Bahkan saat ayahnya dan pengurus lingkungan setempat datang ke unit kontrakan, pria pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut tidak beranjak dari posisinya.

"Dia diam saja tidur, hanya di ranjang. Diam saja membiarkan jasad istrinya, yang menutupi jasad korban ayah pelaku," kata Sekretaris RT 07/RW 04, Hendra di Jakarta Timur, Senin (1/7/2024) dikutip Tribun-medan.com dari TribunJakarta.com

Ketika jajaran Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur tiba pun Andika tidak menunjukkan penyesalan atas tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dilakukan.

Dia hanya pasrah membiarkan tangannya diborgol, dan meminta matanya ditutup saat digelandang dari lokasi kejadian ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pas diamankan di kontrakan sempat ditanya-tanya sama polisi. Dia menjawab sekedarnya saja, ditanya menjawab. Katanya memukul istrinya dua kali sampai muntah darah," ujar Hendra.

Menurut pengurus lingkungan selama dua pekan mengontrak di wilayah RT 07/RW 04, Andika tidak banyak bersosialisasi di lingkungan sehingga warga tidak banyak mengenal pelaku.

Warga hanya mengetahui bahwa Andika dan Arifahmawati memiliki anak pertama, seorang perempuan berusia sekitar delapan bulan yang kini diasuh pihak keluarga korban.

"Anaknya ada di lokasi pas kejadian, lagi tidur. Langsung kita amankan, karena kita berpikir istrinya saja dibunuh, bagaimana anaknya. Sekarang anaknya sama neneknya di Bekasi," tutur Hendra.

Belum diketahui pasti motif Andika tega membunuh istrinya yang sedang mengandung, karena penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur masih melakukan pemeriksaan.

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur juga masih menunggu hasil autopsi berupa Visum et Repertum dari RS Polri Kramat Jati untuk memastikan sebab kematian.

Ngadu ke Ayah

Terkuak kronologi pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) bernama Andika Ahid Widianto (26) membunuh istrinya Rizky Nur Arifahmawati (27) yang sedang hamil dua bulan.

Pembunuhan itu terjadi di rumah kontrakan pasangan suami istri itu di Jalan Asoka 4, RT 07/RW 04, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur pada Minggu (30/6/2024) siang.

Warga ternyata sempat mendengar suara cekcok pasutri tersebut walau hanya sebentar.

Terungkap pula, pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan tangan kosong.

Hal itu terungkap dari keterangan Sekretaris RT 07/RW 04, Hendra .

Hendra mengungkapkan insiden suami bunuh istri itu berawal saat orangtua dan kerabat pelaku mendatangi kontrakan pegawai PT KAI itu.

Kemudian, warga dan pihak kepolisian menemukan jasad Rizky dalam keadaan terkapar tanpa busana. Sementara wajahnya mengalami pendarahan berat akibat dianiaya.

Hendra mengaku belum diketahui secara detil tindakan penganiayaan yang dilakukan Andika terhadap istrinya. Namun, berdasarkan informasi sementara luka di wajah korban akibat pemukulan.

"Dipukul. Ditanya makai barang lain, enggak ada. Pakai tangan," kata Hendra ketika ditemui, Senin (1/7/2024).

"Sempat ditanya berapa kali dibenturin ke tembok? enggak. Langsung muntah darah," tambahnya.

Hendra menuturkan terdapat darah dari muka saat jasad korban ditemukan. "Mungkin dari mulut," katanya.

Hendra menuturkan selama ini belum ada laporan ke pengurus RT mengenai KDRT pasutri tersebut.

Warga, kata Hendra, juga tidak mendengar suara gaduh. Tapi, Hendra mengaku warga hanya dengar suara cekcok sebentar.

Hendra mengatakan pasangan suami istri itu tinggal bertiga bersama anaknya di kontrakan tersebut.

Andika dan Arifahmawati yang secara data kependudukan merupakan warga Kota Bekasi baru sekitar dua pekan mengontrak di wilayah RT 07/RW 04.

"Pelaku juga ada di dalam kontrakan sama anak pertamanya, perempuan usia sekitar 8-10 bulan. Jadi tinggal di kontrakan bertiga, pelaku, almarhumah, dan anak perempuan," ujarnya.

Usai proses olah TKP jasad Arifahmawati dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses autopsi memastikan penyebab kematian dan keperluan penyidikan.

Sedangkan anak perempuan korban dibawa keluarga orangtua Arifahmawati ke Kota Bekasi, pihak keluarga korban pun sudah membuat laporan kasus ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Semalam saya, pak RT, pemilik kontrakan juga ke Polres untuk dimintai keterangan. Dari pihak keluarga laki-laki, dan keluarga korban juga. Pihak keluarga korban sebagai pelapor," lanjut Hendra.

(*/Tribun Medan)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com 

Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved