Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Debat Pilpres AS: Biden - Trump Berebut 16 Persen Pemilih Mengambang

Donald Trump unggul empat poin atas Presiden Joe Biden dalam jajak pendapat baru yang dirilis menjelang debat presiden pertama di Pilpres AS.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Donald Trump dan Joe Biden. Donald Trump unggul empat poin atas Presiden Joe Biden dalam jajak pendapat baru yang dirilis menjelang debat presiden pertama di Pilpres AS pada Kamis atau Jumat 28 Juni Wita. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump unggul empat poin atas Presiden Joe Biden dalam jajak pendapat baru yang dirilis menjelang debat presiden pertama di Pilpres AS pada Kamis atau Jumat 28 Juni Wita.

Hasil survei menemukan, 16 persen pemilih dapat mengubah preferensi mereka (mengambang) berdasarkan apa yang terjadi dalam debat.

Sara Dorn dari Forbes menjelaskan, Trump mengungguli Biden dengan selisih 49 persen berbanding 45 persen dalam jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dirilis Rabu.

Sedikit perubahan dari jajak pendapat pada bulan Mei yang menunjukkan Biden memimpin satu poin.

Trump memimpin dengan selisih yang lebih besar, enam poin, dengan kandidat dari pihak ketiga, Robert F Kennedy Jr dan Cornel West serta kandidat dari Partai Hijau Jill Stein.

Hampir tiga perempat atau 73 persen pemilih mengatakan akan menonton debat hari Kamis antara Biden dan Trump di CNN.

Debat tersebut bisa menjadi kesempatan langka untuk menggoyahkan pemilu, terutama di kalangan pendukung Kennedy yang mungkin terbukti penting.

Baca juga: Debat Biden vs Trump, Analisa: Risiko Tinggi Pilpres AS

Sekitar 13 persen pendukung Biden, 12 persen pendukung Trump dan 32 persen yang mengatakan mereka akan memilih Kennedy dapat mengubah pilihan.

Tim kampanye Biden telah berulang kali menyerang Trump sebagai ancaman terhadap demokrasi dan menyoroti permasalahan hukumnya pada minggu-minggu menjelang debat, sambil memuji pencapaian ekonomi Biden.

Mereka menuduh Trump menerapkan kebijakan mengambang yang hanya diperuntukkan bagi kelas kaya.

Trump dan sekutu-sekutunya menyerang Biden. Para sekutu Trump juga memperkirakan CNN akan bias terhadap Biden dan menggunakan strategi Trump yang kerap menjelek-jelekkan musuh-musuh politiknya.

Serangkaian jajak pendapat menunjukkan Biden unggul tipis setelah Trump dijatuhi hukuman di Manhattan bulan lalu atas 34 tuduhan kejahatan karena memalsukan catatan bisnis. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved