Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Faisal Basri Sebut Prabowo Presiden Paling Sial Mewarisi Banyak Utang Negara

Presiden terpilih Prabowo Subianto paling sial lantaran mewarisi utang pemerintah di atas Rp 8 ribu triliun.

Editor: Arison Tombeg
Tribunnews.com Rahmat W Nugraha
Ekonom Senior INDEF Faisal Basri di Jakarta. Presiden terpilih Prabowo Subianto paling sial lantaran mewarisi utang pemerintah di atas Rp 8 ribu triliun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Presiden terpilih Prabowo Subianto mewarisi utang pemerintah di atas Rp 8 ribu triliun.

Ekonom Senior INDEF Faisal Basri mengungkapkan bahwa Presiden 2024-2029 menjadi presiden paling sial.

Dikutip kontan.co.id, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah kembali menurun pada akhir Maret 2024.

Berdasarkan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang pemerintah hingga 31 Maret 2024 tercatat Rp 8.262,1 triliun.

Menurut Faisal, hal itu dikarenakan Prabowo mewarisi utang dari pemerintah Jokowi.

"Pak Prabowo ini adalah presiden yang paling sial sebetulnya. Kenapa sial dia diwariskan oleh beban yang sangat besar," kata Faisal dalam diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2024).

Ia menerangkan tahun depan utang jatuh tempo yang dibuat Presiden Jokowi sebesar Rp 800 triliun.

"Belum lagi kan segala macem. Akhirnya Pak Prabowo bilang ke Pak Jokowi 'sorry nih Pak Jokowi, Pak Jokowi menambah beban saya saja nih'," kata Faisal.

Menurutnya salah satu cara agar ada perubahan, Prabowo Subianto nantinya harus melepaskan ikatan dengan Jokowi.

"Jadi yang memungkinkan adanya perubahan Pak Prabowo melepas ikatan dengan Pak Jokowi," lanjutnya.

"Karena kerusakan ini wariskan akan mendekatkan diri kita ke jurang. Kalau ini yang terjadi paling lama 2026 itu akan meledak," tegasnya.

Baca juga: Segini Total Utang Indonesia Hingga Kini, Bikin Terkejut, Ini Penjelasan Luhut Binsar Pandjaitan

Utang Menurun

Dikutip bi.go.id, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2024 menurun. Posisi ULN Indonesia pada Januari 2024 tercatat sebesar 405,7 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada Desember 2023 yang mencapai 408,1 miliar dolar AS.

Secara tahunan, posisi ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,04 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,9 persen (yoy). Penurunan tersebut dikontribusikan oleh penurunan ULN sektor publik dan swasta.

ULN pemerintah mencatat penurunan. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2024 tercatat sebesar 194,4 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya sebesar 196,6 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 0,1 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 5,4 persen (yoy).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved