Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Sumut

Sosok Sekar Tandjung Putri Politisi Golkar, Diusulkan Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Sumut

Ditelusuri Tribun Medan, Sekar ternyata putri dari politisi senior Akbar Tandjung yang saat ini menjabat Ketua DPD Golkar Solo.

Editor: Alpen Martinus
Kompas.com
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Solo, Sekar Krisnauli Tanjung. 

Di balik pesan itu, Sekar sejak usia 3 tahun, sudah dekat dengan dunia politik.

Bahkan, ia mengaku di umur tersebut, dirinya sempat mengikuti Deklarasi Partai Golkar pada 1999.

"Umur tiga tahun pakai topi Golkar di GBK waktu deklarasi Partai Golkar sebagai partai. Tapi itu kan sebagai observer ya, bukan partisipan politik aktif.

Namun memang ketertarikan saya terhadap bidang politik sudah sejak lahir hingga diusia muda manifestasi mengikuti organisasi masyarakat dari SMP, SMA, hingga Kuliah," jelasnya.

Perempuan lulusan Boston University jurusan Jurnalistik, 2014 sampai 2018 itu.

Sempat, masuk dalam tim kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat Pilpres 2019.

Kemudian, Ia menjabat sebagai Media Relation for International Media dari Agustus 2018 sampai Juni 2019.

Setelahnya, Sekar tercatat tergabung dalam Ruang Guru sebagai Public Relation dari Agustus 2019 sampai Oktober 2020.

Sekar kemudian, aktif kegiatan diselenggarakan Golkar, dan sempat terpilih menjadi Ketua Panitia HUT ke-58 Golkar.

"Saya lulusan, Golkar Golkar Institute beach 1 pada 2020. Saya aktif juga di organisasi sayap di Organisasi Masyarakat (Ormas) DPP, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di kepengurusan tahun ini.

Dan kami aktif juga di Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Golkar," jelasnya.

Terkait pandangan politik, Sekar berpandangan bahwa poltik sebagai alat untuk membantu masyarakat dengan memanfaatkan legislasi berpolitik.

"Saya rasakan adalah politik itu adalah alat yang luar biasa untuk kita bisa mencapai kebaikan, pembangunan, infrastruktur kita makin baik.

Habis itu, mungkin kita bisa membuat legislasi-legislasi yang memanfaatkan elemen-elemen masyarakat yang banyak.

Kita bisa merapikan birokrasi segala macam, kita bisa ikut dalam membangunkan SDM Pemuda,"paparnya.

"Perlu kita perhatikan adalah seorang politisi ini, menggunakan kekuasaannya dalam berpolitik.

Jadi teman-teman pemuda jangan jadi anti politik karena sebenarnya dalam hidup kita selalu berpolitik" jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com 

Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved