Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Boltim

Gadis Asal Boltim Sulut Nyaris jadi Korban Human Trafficking, Korban dan Pelaku Kenalan di Facebook

Berawal dari media sosial, dua orang gadis belia asal Kabupaten Boltim, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), nyaris jadi korban Human Trafficking.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Gryfid Talumedun
Istimewa/Polres Boltim
Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budhi mengatakan korban awalnya berkenalan dengan pelaku di media sosial. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berawal dari media sosial, dua orang gadis belia asal Kabupaten Boltim, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), nyaris jadi korban Human Traficking.

Beruntung keberangkatan kedua digagal oleh Polres Boltim

Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budhi mengatakan korban awalnya berkenalan dengan pelaku di media sosial.

"Mereka kenalan di Facebook. Jadi korban ditawari kerja di tempat pijat," kata dia via telepon, Minggu 9 Juni 2024. 

Ia menuturkan, korban juga tergiur dengan pekerjaan tersebut karena gaji yang fantastis.

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Human Trafficking di Boltim Sulawesi Utara, Korban Ditawari Gaji Fantastis

Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budhi saat melalukan Press conference
Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budhi saat melalukan Press conference (Istimewa/HO)

"Korban dijanjikan gaji perbulan Rp 4 juta. Tapi katanya ada bonus juga," ucap Sugeng. 

Ia menegaskan sudah memerintahkan tim Satreskrim Polres Boltim untuk mengusut tuntas kasus ini. 

"Saya sudah perintahkan Satreskrim untuk melakukan penyelidikan," ungkapnya.

"Kasus seperti ini tak boleh terjadi lagi," tandasnya.

Polisi Ungkap Modus Human Trafficking di Boltim

Polres Boltim Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) baru saja mengungkap dugaan kasus Human Traficking.

Dalam pengungkapan tersebut, dua gadis berusia 18 tahun berhasil digagalkan berangkat ke Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kasat Reskrim Polres Boltim AKP Denny Tampenawas saat dikonfirmasi Minggu 9 Juni 2024 mengatakan kedua korban ditawari jadi terapis disalah satu SPA di Morowali.

"Mereka berdua tergiur dengan gaji fantastis disana," ujarnya.

"Kedua korban diiming-imingi gaji sebesar Rp 4 juta perbulan," kata dia.

Kedua korban diamankan saat berada di salah satu SPBU di Kotamobagu.

Salah seorang supir berinisial SS juga diamankan dalam peristiwa tersebut.

"Intinya kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini," tegas dia. (Nie)

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved