Pilpres AS
Analisis Terbaru Pilpres AS: Biden Kejar Elektabilitas Trump, Selisih 1 Poin
Tren menguatnya elektabilitas atau tingkat keterpilihan Presiden Joe Biden terhadap Donald Trump terbaca pada survei terbaru New York Times/Siena.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tren menguatnya elektabilitas atau tingkat keterpilihan Presiden Joe Biden terhadap Donald Trump terbaca pada survei terbaru New York Times/Siena College.
Setelah juri Manhattan memutuskan Trump bersalah atas 34 tuduhan kejahatan pekan lalu, Partai Republik kukuh bahwa putusan itu hanya merusak posisi Biden.
Tapi beberapa data survei menunjukkan ada tren positif pergerakan suara warga Amerika yang memilih Biden usai putusan tersebut.
Menurut analisis pasca-putusan terhadap hampir 2.000 responden yang sebelumnya berpartisipasi dalam survei New York Times/Siena College, keunggulan Trump atas Biden telah menipis dari tiga poin menjadi satu poin.
Pergeseran tersebut mungkin tampak tidak signifikan, namun hal ini dapat menjadi penentu dalam pemilihan presiden yang berlangsung ketat.
Joan E Greve dalam artikelnya berjudul "Trump’s lead over Biden narrows after conviction, analysis shows" dikutip Guardian menjelaskan, pada tahun 2020, hanya 44.000 suara di tiga negara bagian yang menjadi medan pertempuran untuk hasil imbang.
Menurut analisis Times, para pemilih yang tidak mendukung Trump dan Biden dan mereka yang tidak menyukai Trump dan Biden lebih cenderung mengatakan bahwa putusan tersebut membuat mereka mempertimbangkan kembali pilihan.
Kedua kelompok pemilih tersebut telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja Trump dalam beberapa bulan terakhir.
Di antara mereka yang memilih Biden pada tahun 2020 dan sebelumnya mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung Trump tahun ini, sekitar seperempatnya mengatakan mereka sekarang akan mendukung presiden yang sedang menjabat.
Para pemilih yang tidak menyukai kedua kandidat, dipandang sebagai suara sangat berpengaruh tahun ini. Analisis Times menunjukkan, Trump kehilangan lebih dari seperlima dukungan.
Data survei yang dikumpulkan setelah Trump dijatuhi hukuman masih terbatas, namun setidaknya satu survei pasca-putusan menguatkan temuan Times.
Baca juga: Survei Pilpres AS 2024 di Georgia: Negatif Approval Rating Biden
Kubu Partai Republik, Echelon Insights, melakukan penelitian yang menunjukkan Biden unggul dua poin atas Trump di antara pemilih yang dihubungi kembali.
Jawaban responden yang sama menunjukkan adanya ikatan antara kedua kandidat sebelum juri menyampaikan putusannya.
Namun tanda-tanda peringatan lain tetap ada bagi Biden, terutama di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran di mana ia harus menang agar bisa terpilih kembali.
Jajak pendapat yang dilakukan Universitas Quinnipiac terhadap pemilih di Georgia, yang dimenangkan Biden dengan selisih 0,2 poin pada tahun 2020, menunjukkan Trump unggul lima poin dalam pertarungan head-to-head melawan petahana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/070624-joe.jpg)