Pilpres AS
Pilpres AS 2024: Tingkat Kesukaan Biden Lampaui Trump
Tingkat kesukaan terhadap Presiden Joe Biden melampaui mantan Presiden Donald Trump selama lima minggu berturut-turut.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tingkat kesukaan terhadap Presiden Joe Biden melampaui mantan Presiden Donald Trump selama lima minggu berturut-turut.
Waktu terpanjang sejak April tahun lalu, setelah dia dinyatakan bersalah melakukan kejahatan pada Kamis pekan lalu di Manhattan.
Demikian survei Morning Consult yang dilakukan Jumat hingga Minggu pekan lalu.
Jajak pendapat tersebut juga menemukan Trump masih mengalahkan Biden jika pemilu digelar hari ini.
Untuk survei elektabilitas, Trump unggul atas Biden dengan perolehan 44 persen berbanding 43 persen.
Sara Dorn dalam artikel berjudul "Here's Whow's Leading Trump vs Biden Election Polls dikutip Forbes menjelaskan, penurunan satu poin bagi mantan presiden tersebut sejak jajak pendapat Morning Consult sebelum Trump dijatuhi hukuman, meskipun mayoritas pemilih mengatakan mereka menyetujui hukuman itu.
Dari empat jajak pendapat, Biden memimpin dalam dua di antaranya. Ia unggul dua poin dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada hari Kamis dan Jumat dan satu poin dalam survei Morning Consult yang dilakukan pada hari Jumat.
Persaingan dalam pemilihan sama-sama seimbang pada survei I&I/TIPP yang dilakukan Rabu hingga Jumat, Trump memimpin dengan dua poin dalam survei HarrisX yang dilakukan Kamis dan Jumat.
Baca juga: Survei Pilpres AS Mei 2024: Tingkat Kesukaan Biden vs Trump di Bawah 50 Persen
Meskipun survei pertanda positif bagi kampanye Biden, semua hasil survei berada dalam batas margin of error. Survei I&I/TIPP menunjukkan adanya peningkatan bagi Trump sejak survei yang dilakukan pada bulan Mei, ketika ia tertinggal dua persen dari Biden.
Namun ada peringatan lain bagi Trump. Survei ABC News/Ipsos pada hari Jumat dan Sabtu menemukan 49 persen warga Amerika ingin Trump mengakhiri kampanyenya setelah ia dijatuhi hukuman di New York, naik satu poin dari jajak pendapat Ipsos pada bulan April.
Pada skala nasional, jajak pendapat lainnya pada bulan Mei menunjukkan bahwa Trump dan Biden hampir sama, termasuk survei Economist/YouGov yang menunjukkan bahwa Trump mengalahkan Biden hanya dengan selisih satu poin dalam persaingan lima kandidat.
Jajak pendapat Fox News yang menunjukkan Trump memimpin dengan satu poin, pertarungan head-to-head. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menemukan Trump dan Biden sama-sama unggul, sementara survei mingguan Morning Consult pada 26-28 Mei menunjukkan Trump unggul dua poin dari Biden.
Di tujuh negara bagian penting yang kemungkinan besar akan menentukan hasil pemilu—Arizona, Michigan, Wisconsin, Nevada, Georgia, North Carolina, dan Pennsylvania—yang semuanya dimenangkan Biden dengan tipis pada tahun 2020, kecuali North Carolina, jajak pendapat terbaru secara konsisten menunjukkan Trump mengungguli Biden.
Survei May Cook Political Report menemukan bahwa Trump unggul tiga poin di tujuh negara bagian. Survei Bloomberg/Morning Consult pada bulan Mei menemukan bahwa Trump unggul empat poin dari Biden secara keseluruhan di seluruh negara bagian yang menjadi medan pertempuran.
Survei New York Times/Siena/Philadelphia Inquirer pada bulan April menemukan Trump akan mengalahkan Biden di lima dari enam negara bagian (Pennsylvania, Arizona, Michigan, Georgia dan Nevada), dengan pengecualian Wisconsin.
Fakta lainnya, juri Manhattan memutuskan Trump bersalah pada hari Kamis atas 34 tuduhan kejahatan memalsukan catatan bisnis dalam skema untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels dan secara ilegal mempengaruhi pemilu tahun 2016.
Trump mengaku tidak bersalah dalam kasus ini dan berjanji akan mengajukan banding atas putusan tersebut. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/050624-biden-trump.jpg)