Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Pilpres AS 2024: Analisa Tren Elektabilitas Biden vs Trump

Kecenderungan menguat tren positif elektabilitas Donald Trump terhadap Joe Biden.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado
Joe Biden dan Donald Trump. Kecenderungan menguat tren positif elektabilitas Donald Trump terhadap Joe Biden. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Kecenderungan menguat tren positif elektabilitas Donald Trump terhadap Joe Biden.

Pada banyak survei, keunggulan tipis Trump atas Biden menjelang pemilihan presiden atau Pilpres Amerika Serikat atau AS 5 November 2024.

Pada bulan Maret 2024, Trump dan Biden memenangkan pemilihan pendahuluan untuk mengamankan nominasi kandidat capres dari Partai Republik dan Demokrat.

Survei sejauh ini menunjukkan hasilnya akan ketat karena pasangan ini secara statistik sama di sebagian besar survei atau hanya menikmati sedikit keunggulan.

Namun, ada indikasi Trump mendapatkan dukungan.

Menurut para analis pemilu dari 270 to Win, Trump saat ini memimpin jajak pendapat nasional dengan rata-rata hanya di bawah 2 poin (45,8 persen berbanding 44 persen yang diraih Biden) berdasarkan 8 survei terakhir.

Sementara menurut agregator survei FiveThirtyEight, kandidat dari Republik mengungguli saingannya dari Demokrat sebesar 1,5 persen pada 24 Mei 2924.

Ini merupakan keunggulan terbesar yang dimiliki mantan presiden tersebut sejak 2 April 2024, ketika ia unggul dengan selisih yang sama.

Baca juga: Simulasi 3 Nama Pilpres AS: Amerika Pilih Trump - Biden atau Kennedy? 

Dalam beberapa hari dan minggu berikutnya, ada kalanya keunggulan Trump terhadap Biden menurun.

Pada 23 April misalnya, Trump hanya unggul 0,3 persen. Namun demikian, terjadi sedikit peningkatan dari awal April hingga akhir Mei.

Kate Plummer dalam artikelnya berjudul "Donald Trump's Polling Lead Over Joe Biden is Growing" dikutip Newsweek menjelaskan, tren ini juga terlihat di Race to the White House, yang juga memantau jajak pendapat pemilu presiden. Analisis mereka, Trump unggul bersih sebesar 1,3 persen, tertinggi sejak 1 April.

Pilpres AS 2024 kemungkinan besar hanya akan ditentukan di beberapa negara bagian utama karena sistem Electoral College di AS yang memberikan sejumlah suara elektoral kepada setiap negara bagian, berdasarkan jumlah penduduk.

Seorang kandidat perlu memperoleh 270 suara elektoral untuk meraih kemenangan dan memenangkan suara rakyat nasional tidak menjamin keberhasilannya.

Thomas Gift yang mengepalai Pusat Politik AS di University College London, sebelumnya mengatakan terlalu banyak membaca jajak pendapat adalah "tugas yang bodoh".

“Jajak pendapat sangat bervariasi pada saat ini sehingga satu-satunya pemikiran konsisten yang dapat kita peroleh dari survei tersebut adalah bahwa Biden dan Trump bersaing ketat—tidak hanya secara nasional tetapi juga di negara-negara bagian utama,” katanya.

"Mencoba membaca terlalu banyak mengenai satu jajak pendapat atau bahkan serangkaian jajak pendapat, yang tinggal lima bulan lagi sebelum pemilu adalah tindakan yang bodoh."

(Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved