Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Markus 3:1-5, Teladan Kemarahan Yesus

Bait Allah menjadi salah satu tempat yang strategis untuk pemberitaan Injil kepada orang-orang Yahudi yang kadangkala disertai dengan mujizat

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Istimewa
Renungan harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul teladan kemarahan Yesus.

Firman Tuhan diambil dalam Markus 3:1-5

Ia berdukacita karena kedegilan mereka. (Markus 3:5a)

Baca juga: Renungan Harian Kristen Ibrani 10:38 TB, Orang Benar Hidup Oleh Iman dan Tak Mundur

Bait Allah menjadi salah satu tempat yang strategis untuk pemberitaan Injil kepada orang-orang Yahudi yang kadangkala disertai dengan mujizat kesembuhan oleh Yesus.

Namun, sikap Yesus ini membuat orang Farisi, para pemimpin Yahudi lainnya dan Herodian (para pengikut Herodes) menjadi iri, benci dan ingin membunuhNya.

Melihat sikap mereka,Yesus menempatkan orang yang akan Ia sembuhkan di tengah-tengah dengan mengajukan pertanyaan sulit, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"

Pertanyaan ini sebenarnya untuk membantu mereka memahami kehendak Allah.

Namun, bagaimana mungkin mereka bisa menjawa-Nya? Mereka bungkam! Menyembuhan orang sakit adalah perbuatan baik yang diperintahkan Tuhan, namun tindakan seperti itu dicap melanggar hukum sabat.

Menurut tradisi Sabat, jika jari Anda terluka, Anda dapat menghentikan pendarahannya, namun Anda tidak boleh mengoleskan salep pada luka tersebut.

Anda bisa mencegahnya agar tidak menjadi lebih buruk, tapi Anda tidak diizinkan untuk membuatnya lebih baik. (David Guzik)

Yesus berdukacita atas porosis kardia (kekerasan hati) mereka.

Dalam kemarahan Ia mendemonstrasikan kekuasaanNya dengan menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya.

Yesus menyembuhkan bukan karena marah, melainkan karena kasih.

Yesus marah karena mereka memilih untuk berbuat jahat daripada melakukan kebaikan.

Kemarahan seperti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Yesus?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved