Dua Menteri Presiden Ebrahim Raisi Selamat
Menteri Energi Ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash berada berhasil kembali dengan selamat.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Teheran - Menteri Energi Ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash berada berhasil kembali dengan selamat.
Sementara Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal bersama Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian setelah helikopter mereka jatuh di pegunungan dan hutan saat cuaca buruk.
Dua dari tiga helikopter dalam konvoi presiden berhasil kembali dengan selamat ke kota Tabriz.
Secara terpisah, seorang pejabat provinsi mengatakan prosesi pemakaman akan diadakan besok di Tabriz dan jenazah akan dibawa ke sana.
Masyarakat juga mengumumkan bahwa operasi pencarian dan pemulihan secara resmi telah berakhir.
Pada Senin pagi, pejabat pemerintahan Iran mengadakan pertemuan darurat. Setelah pertemuan tersebut, pemerintah merilis sebuah pernyataan yang mengungkapkan komitmen mereka untuk mengikuti jalur kepemimpinan Raisi.
IRNA membagikan sebuah foto yang menunjukkan kursi kosong di mana Raisi biasanya duduk, kosong dan dibungkus dengan selempang hitam sebagai penghormatan kepada mendiang presiden.
Sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan menteri luar negeri jatuh dalam perjalanan pulang dari Azerbaijan Timur.
Raisi meninggal bersama Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian.
Raisi baru saja kembali dari perbatasan Iran dengan Azerbaijan, di mana ia dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev meresmikan sebuah proyek bendungan bersama, sebuah tanda terbaru dari hubungan yang semakin hangat antara kedua negara.
Apa yang terjadi di Iran?
Raisi, tewas bersama menteri luar negeri Iran dan para pejabat lainnya dalam sebuah kecelakaan helikopter.
Menurut laporan media lokal, salah satu dari tiga helikopter dalam konvoi melakukan "pendaratan darurat" karena kabut tebal di wilayah utara negara itu.
Pesawat tersebut jatuh sore hari pada hari Minggu sehingga memicu operasi pencarian ekstensif yang melibatkan drone militer dan setidaknya 40 tim penyelamat yang terpisah.
Pada awalnya, orang-orang yang berada di dalam helikopter bersama presiden berhasil melakukan panggilan darurat, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/200524-Raisi.jpg)