Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Seleb

Kisah Hidup Diding Boneng, Dulu Terkenal di Warkop DKI, Kini Senang Hidup Sendiri

Aktor legendaris Warkop DKI ini mengaku lebih betah hidup sendiri di sebuah kontrakan sederhana di kawasan Bekasi, Jawa Barat

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
istimewa
Sosok Diding Boneng. (Istimewa) 

Meski hidup sendiri, Boneng mengaku tidak pernah merasa kesepian selama hidup sendiri.

Ia menyibukkan diri bersosialisasi dengan keluarga, teman, dan murid-murid teaternya.

"Saya nggak pernah merasa sepi dalam artian gelisah gitu ya nggak, bete sedikit saya keluar atau saya pulang ke Matraman, saya ngobrol sama adik-adik saya, cucu-cucu saya," terangnya.

"Saya datang ke teater, saya ngobrol murid-murid, atau saya diskusi, atau saya nonton pertunjukan, abis nonton kita ajak ngobrol lagi yang sama-sama nonton.

Saya agak beda lah cara berpikir saya dengan beberapa teman-teman laki-laki yang sangat konvensional banget saya pikir mereka," pungkasnya.

Lantas, seperti apa sosok Diding Boneng?

Melansir dari Wikipedia, Zainal Abidin, yang dikenal sebagai Diding Boneng atau Diding Zetta lahir 3 Maret 1950.

Ia adalah aktor Indonesia.

Ia mengawali karier dengan bermain dalam teater sejak tahun 1973, dan beliau pun sering menjadi pemenang dalam setiap festival teater remaja kala itu, beberapa mendali serta sertifikat dan piagam penghargaan tak terhitung jumlahnya.

Beliau pun mengantarkan teman-teman berteaternya menjadi pemenang pula dan hingga saat ini beliau pun masih aktif berteater hingga mengajar di beberapa kampus di jakarta, Bogor dan Bekasi dan juga mendirikan beberapa komunitas teater di wilayah jakarta timur.

Dalam dunia perfilman, ia mengawali dengan bermain dalam film Tiga Dara Mencari Cinta. Zainal Abidin Zetta baru dikenal luas ketika ikut bermain dalam serial TV Rumah Masa Depan pada tahun 1984 hingga tahun 1986.[2]

Kemudian, namanya semakin melambung sejak ia bermain di beberapa film bersama Warkop DKI di era 80'an akhir hingga terakhir di 1994, yang kemudian namanya terkenal sebagai Diding Boneng dengan gigi tonggos sebagai ciri khasnya, terdiri dari Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), Mana Bisa Tahan (1990), Bebas Aturan Main (1991), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Sudah Pasti Tahan (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Bagi-Bagi Dong (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved