Pilkada 2024
Pilkada Jatim: Khofifah Komunikasi dengan PDIP, Incar 61 Persen Dukungan
Khofifah Indar Parawansa, bakal calon gubernur mengincar 61,67 persen dukungan termasuk PDIP untuk maju di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Surabaya - Khofifah Indar Parawansa, bakal calon gubernur mengincar 61,67 persen dukungan untuk maju di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024.
Khofifah sudah memperoleh restu dari Koalisi Indonesia beranggotakan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PAN serta PSI.
Total 53 kursi di DPRD Jatim. Kini Khofifah mengincar PDIP untuk sebagai partai politik pengusung.
Seandainya PDIP masuk koalisi, Khofifah akan didukung 74 kursi dari 120 kursi atau 61,67 persen kursi parlemen.
Mantan Gubernur Jatim mengaku sudah berkomunikasi dengan PDI-P soal keinginannya maju di Pilkada Jatim 2024.
“Iya PDI-P masuk klaster dua. Saya sudah ketemu dengan Pak Said Abdullah, ketua PDI-P Jawa Timur,” ujar Khofifah kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2024).
Khofifah mengaku sudah mengklasifikasikan partai-partai politik yang akan dilibatkan dalam proses pencalonan dirinya Pilkada Jatim 2024.
Klaster pertama adalah partai yang telah memberikan surat rekomendasi untuk dirinya menjadi calon gubernur Jatim, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN.
“Kemudian kelas kedua, klaster kedua ini adalah partai partai yang sudah membangun komunikasi. Ada PDI-P, ada PPP, ada PSI. Insya Allah dalam waktu sangat dekat PPP akan menyampaikan rekomendasinya,” kata Khofifah.
Meski begitu, Khofifah mengakui bahwa keinginannya berpasangan dengan Emil Dardak belum disetujui oleh seluruh partai pendukungnya.
Baca juga: Paslon Independen Lolos di Pilkada Jakarta - Kalbar
Sampai saat ini, baru Demokrat yang menyatakan setuju dengan keinginan Khofifah untuk menjadikan Emil Dardak sebagai calon wakil gubernurnya (Cawagub). Sedangkan Golkar, PAN dan Gerindra belum memberikan tanggapan ataupun persetujuan soal keinginan Khofifah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto membenarkan bahwa partainya membangun komunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa mengenai Pilkada Jawa Timur 2024.
Namun, PDI-P tetap menyiapkan opsi lain, yaitu mengusung kader partainya sebagai kandidat gubernur ataupun wakil gubernur Jatim.
“Kami juga punya opsi lain, untuk misalnya memadukan kader PDI Perjuangan yang berprestasi dengan partai lain," kata Hasto, Senin (13/5/2024).
Lebih jauh, Hasto menyampaikan bahwa PDI-P sudah mengeluarkan surat tugas kepada sejumlah kader yang bakal kembali dimajukan pada Pilkada mendatang.
Buka Opsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/140524-Hasto.jpg)