Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 5:17-25, Kebebasan Dalam Kristus

Pernah terjadi pada zaman kekaisaran Romawi pintu-pintu di sebuah penjara terbuka lebar, bukan karena dibobol tetapi karena gempa bumi yang hebat.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Istimewa
Renungan harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul kebebasan di dalam Kristus.

Bacaan Alkitab diambil dalam Kisah Para Rasul 5:17-25

“Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” (Ay. 19-20)

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yakobus 2:22, Perbuatan Iman

Pernah terjadi pada zaman kekaisaran Romawi pintu-pintu di sebuah penjara terbuka lebar, bukan karena dibobol tetapi karena gempa bumi yang hebat.

Kesempatan bagi para napi untuk melarikan diri, tetapi anehnya para napi tidak melakukannya.

Kepala penjara sangat ketakutan karena pasti ia akan dia diberi sanksi yang berat, apabila para napi kabur dari penjara itu.

Berbeda dengan peristiwa ketika Petrus dan Yohanes dikurung dalam penjara, mereka bukan melarikan diri tetapi dituntun oleh malaikat Tuhan keluar penjara menuju Bait Allah itu.

Di luar dugaan mereka, Tuhan melepaskannya dari belenggu dan jeruji besi yang sangat membatasi gerakan mereka.

Memang Tuhan tidak mau hamba-Nya dibatasi untuk berbicara tentang Injil Kristus yang hidup.

Mereka harus tetap memberitakan firman yang hidup kepada semua orang berdosa, di bait Allah sekalipun, karena justru di bait Allah ada banyak orang masih terhilang.

Manusia dapat menahan dan mengurung hamba Tuhan tetapi mereka tidak dapat membatasi Tuhan sendiri.

Pengadilan dunia dapat memenjarakan pemberita Injil tetapi tidak dapat mengurung Injil itu sendiri.

Firman Tuhan harus tetap dikumandangkan dan diajarkan dalam keadaan bagaimanapun (2 Timotius 4:2).

Dalam kehidupan Kristen, bukan hanya dalam pemberitaan Injil, ada saat-saat kita seperti terjerat dan terkungkung oleh berbagai tantangan dan persoalan bukan?

Kita mungkin tidak pernah terpenjara secara fisik, tetapi bukankah setiap hari kita sering mengalami banyak hal yang membuat kita seolah-olah terikat dan tak berdaya?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved