Berita Viral
Sosok Serda Maria Jacoba Samuel Kowad Cantik Berambut Pirang, Ternyata Keturunan Belanda
Serda Maria mengatakan bahwa rambut pirang yang ia miliki adalah warna asli yang didapat dari orang tua keturunan Belanda.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penampilan Kowad Serda Maria Jacoba Samuel sempat menjadi viral dan menarik perhatian.
Pasalnya ia memiliki keunikan berambut pirang.
Tak seperti Kowad pada umumnya yang memiliki rambut hitam khas wanita Indonesia.
Baca juga: Sosok Kowad Cantik, Miliki Rambut Pirang hingga Ditegur Atasannya, Ternyata Keturunan Belanda
tapi ternyata warna rambutnya itu alami, bukan buatan.
Ia pun menjelaskan, bahwa ia adalah keturunan Belanda.
Pantas saja jika ia terlihat seperti bule dan cantik.
Memang menjadi seorang anggota TNI adalah cita-citanya dari kecil.
Penampilan seorang prajurit TNI AD Wanita atau Kowad, Serda Maria Jacoba Samuel, memang agak berbeda dari wanita Indonesia pada umumnya.
Kowad cantik itu memiliki rambut pirang alami bak bule.
Melansir dari tayangan Youtube TNI AD, gara-gara rambut pirangnya itu, Serda Maria pernah ditegur atasannya.
Namun, setelah atasannya mengetahui asal usulnya akhirnya dimaklumi.
Serda Maria mengatakan bahwa rambut pirang yang ia miliki adalah warna asli yang didapat dari orang tua keturunan Belanda.
"Mama dari Ambon. Orang tua kebetulan ada turunan Belanda," ujarnya.
Terkait rambut pirangnya, Maria mengaku pernah mengubah warnanya menjadi hitam, tetapi setelah satu bulan rambutnya kembali lagi ke warna asal.
Maria termotivasi menjadi prajurit TNI lantaran besar di keluarga militer di mana sang ayah merupakan anggota TNI Angkatan Laut dan pamannya prajurit TNI AD.
"Motivasi karena basic saya punya keluarga adalah tentara. Ayah TNI AL, lalu om saya TNI AD. Jadi, (motivasi) kedua orang tua dan basic dari keluarga," katanya.
Keberhasilan Maria menjadi Kowad tentu sangat membuat keluarganya bangga.
Ia kini bertugas menjadi pelatih Kowad muda.
Menjadi pelatih di Kowad, Maria mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru karena bertemu dengan banyak orang dari seluruh penjuru negeri.
"Intinya senang saja bisa melihat berbagai karakter dari seluruh indonesia, terkhusus bisa bertemu adik-adik dari Papua karena banyak yang dari Papua," katanya.
Kepada anak-anak Papua, Maria berpesan untuk terus semangat dan tidak mudah menyerah untuk menggapai cita-cita sebagai prajurit TNI.
"Tetap semangat. Kalau mau masuk tentara, terus berlatih, terus mencoba, jaga kesehatan," pesan Maria.
Sebelumnya, ada juga sosok prajurit Kowad bernama Letda Ayu Astria yang jadi sorotan dalam acara Perlombaan Peleton Tangkas yang digelar di Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari Malang.
Ia menjadi satu-satunya prajurit wanita yang mengikuti perlombaan adu ketangkasan tersebut.
Melansir dari Penkostrad, Kegiatan yang digelar dalam rangka nemperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Kostrad Tahun 2023 ini diikuti 15 Tim yang berasal dari Satuan Tempur (Satpur dan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Tiap-tiap Tim berjumlah 23 orang yang terdiri dari 1 Danki, 1 Danton, 1 Baton dan 2 Danru, 2 Wadanru dan 16 orang anggota.
Pada hari pertama, di mana dalam perlombaan ini prajurit wajib berpakaian dinas lengkap dan helm militer, berlari menempuh rute 5.5 km dengan membawa senjata dan beban cukup berat.
Letnan Dua Cba (K) Ayu Astria Umalekhoa yang merupakan Danton Kowad dari Yonbekang 2 Kostrad adalah satu-satunya wanita yang turut ikut serta dalam lomba Ton Tangkas ini.
Dalam pelaksanaannya, Prajurit Kowad ini juga tetap wajib berpakaian dinas lengkap, ransel, senjata dan helm militer seperti peserta lainnya dan mampu mengikuti perlombaan hingga finish.
Danyon Bekang 2 Kostrad mengatakan bahwa Lomba Peleton Tangkas ini merupakan lomba yang digelar dalam rangka nemperingati hari ulang tahun (HUT) ke – 62 Kostrad Tahun 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi prajurit sekaligus merupakan tolok ukur pembinaan prajurit di satuan masing-masing.
“Lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik prajurit dan meningkatkan profesionalisme keprajuritan serta meningkatkan semangat juang, jiwa korsa, sportivitas prajurit, semangat belajar dan berlatih prajurit juga kemampuan dalam kepemimpinan lapangan,” ucapnya.
Sementara itu Letnan Dua Cba (K) Ayu Astria Umalekhoa mengungkapkan bahwa Lomba Ton Tangkas seperti ini merupakan pengalaman pertamanya.
"Saya bersyukur bisa tergabung di dalamnya, karena dengan saya mengikuti kegiatan ini dapat memperkaya ilmu dan pengalaman saya sebagai Prajurit TNI AD, pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id
| Bela Ayahnya Berkelahi Siswi di Sumut Jadi Tersangka, Kini Minta Keadilan: Saya dan Bapak Korban |
|
|---|
| 2 Siswi di Tomohon Diduga Dapat Sanksi Tak Wajar di Sekolah, Disdikbud Beri Keterangan |
|
|---|
| Harga per Unit Rp 1 Miliar, Ternyata Ini Fungsi Simulator Berkuda Polri |
|
|---|
| Nasib Pangkalan LPG di Poigar 3 Bolmong Usai Viral, Disidak Kadis hingga Diberi Surat Teguran |
|
|---|
| Sulit Dapat LPG, Viral Ibu-ibu di Desa Poigar Minsel Blokade Jalan dengan Tabung Gas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Inilah-Sosok-Serda-Maria-Samuel-Kowad-Cantik-Blasteran-Belanda-Ambon.jpg)