Golkar Minta Jatah 5 Kursi Menteri, Politikus Gerindra: Pak Prabowo Adil Berbagi
Komposisi menteri di kabinet ramai dibahas. Politikus Partai Gerindra Habiburokhman mengaku yakin Prabowo Subianto akan bersikap adil dalam berbagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Habiburokhman mengaku yakin Prabowo Subianto akan bersikap adil dalam berbagi kursi menteri.
Prabowo-Gibran Rakabuming unggul dalam rekapitulasi Pilpres 2024. Prabowo hampir dipastikan akan dilantik pada 20 Oktober menggantikan Presiden Joko Widodo.
Politikus Gerindra itu merespons pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang meminta 5 kursi menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Habib, tidak ada yang negatif dari pernyataan Airlangga. "Kami menghormati beliau (Airlangga), pernyataannya perlu dikaji lebih dalam, konteksnya seperti apa," ujar Anggota DPR RI itu dikutip dari KompasTV, Senin (18/3/2024).
Lanjut Habib, Airlangga tentu tidak akan memaksa. "Namanya aspirasi boleh saja," ujarnya.
Dia sempat menceritakan pengalaman bersama Prabowo. Dicontohkan sewaktu penentuan komposisi alat kelengkapan dewan di DPR RI, Prabowo meminta kader Gerindra tidak ngotot.
Misalnya posisi strategis di parlemen diberikan kepada rekan Koalisi Merah Putih (rekan kerja sama politik di Pilpres 2019).
Pengamat Politik Indostrategic Ahmad Khoirul Uman menilai dari sisi timeline, terlalu dini untuk bicara komposisi di kabinet.
"Tapi bagaimanapun juga apa yang disampaikan Partai Golkar merupakan sebuah manuver awal untuk mengaveling komposisi kabinet ke depan," kata Umam dikutip dari KompasTV, Senin (18/3/2024).
Kata dia, ada yang unik karena ada statement dari politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Admad yang menyinggung kontribusi dari partai politik pendukung Prabowo-Gibran.
"Dalam konteks ke depan, bagaimana mengamankan stabilitas politik dan pemerintahan terutama support dan protection di parlemen (DPR RI)," ujar dia.
Dalam konteks ini, lanjut Umam, Golkar yang dalam Pemilu 2024 meraih lebih 15 persen. "Bahkan informasi spekulatif suaranya (kursi) di DPR RI melampaui atau menyaingi PDIP, ini menjadi ruang bargaining cukup tinggi," kata Umam.
Lanjutnya, biasanya komposisi kabinet terbagi politisi dan profesional. "Komposisinya bisa fifty-fifty (50 - 50 persen) dari politikus dan profesional," ujar dia.
Belum lagi dengan terbuka peluang masuknya partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju (Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat dan PAN).
Kata dia, peluang bergabungnya parpol di luar KIM masih terbuka mengingat koalisi Prabowo-Gibran kalau dikalkulasikan sekira 42 persen hingga 45 persen di parlemen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/180324-prabowo-4.jpg)